Berjuta tanya hinggap
di anganku.
Apakah tampil sesuai
yang kalian inginkan itu lebih baik nan menawan?
Kenapa ketulusan
semakin jauh dari kita dan kalian?
Kenapa ingin memberi ‘SESUATU’ ketika memberi pengertian saja
tidak mampu?
Apakah aku, kalian lihat seperti aku??
Jawaban-jawaban dan aplikasi spontan yang lucu.
Apakah aku, kalian lihat seperti aku??
Jawaban-jawaban dan aplikasi spontan yang lucu.
Aku tertawa? Aku
tersenyum.
Kedudukan hati masih bisa
berubah, tentu saja..
Bagaimana dengan yang
lalu? Cukup ditinggalkan tanpa ragu?
Apakah ketulusan yang
paling murni adalah ketulusan pada sesuatu yang kita cintai?
Lalu bagamaina pengertian kalian tentang yang
demikian?
Terdiam..
Benarkah orang yang sudah lupa diri pantas untuk
percaya diri?
Apa yang bisa dipelajari?
Senja, teras sebuah warung.
Di ujung alamanda.
Beberapa manusia kembali belajar, beberapa kalian bersembunyi terpencar.
Berselimut awan hitam pekat bergumul di atapNya,
Beberapa manusia kembali belajar, beberapa kalian bersembunyi terpencar.
Berselimut awan hitam pekat bergumul di atapNya,
semacam menghormati sendu kala itu.
Apakah ‘tergilincir’ nya Matahari menggambarkan
sesuatu hal yang buruk?
berselimut tebal, hitam..
Komunikasi yang terdengar intim.
Komunikasi yang ber-inti komunikasi.
Komunikasi yang sama, saat beberapa tahun lalu,
hingga ‘terlahir’ kembali seorang manusia.
Pola Komunikasi..
Mengenali, ketika beberapa kalian saling mengetahui nama.
Memahami, saat sebagian paham setiap senandung nada.
berselimut tebal, hitam..
Komunikasi yang terdengar intim.
Komunikasi yang ber-inti komunikasi.
Komunikasi yang sama, saat beberapa tahun lalu,
hingga ‘terlahir’ kembali seorang manusia.
Pola Komunikasi..
Mengenali, ketika beberapa kalian saling mengetahui nama.
Memahami, saat sebagian paham setiap senandung nada.
Mengerti, dimana beberapa kalian menggunakan
fungsi peka dari hati dan logika.
Mendahulukan, ini podium nomor wahid dalam konsep
ini,
membunuh ego bersyarat ketulusan penuh cinta.
membunuh ego bersyarat ketulusan penuh cinta.
Sesaat tersudut, tak satupun menepuk bahuku.
Beberapa kalian mempersiapkan memutilasiku ber ramai-ramai.
Beberapa kalian mempersiapkan memutilasiku ber ramai-ramai.
Dengan tangan dan kaki terikat, pasrah untuk dihakimi.
Berontak?
Tergantung persepsi, apa yang ku lakukan seketika itu.
Seteru yang menderu.
Sedikit menelaah, berbeda dari sisi otag positip ku.
Tentu saja sisa tenaga ku menjadi sebuah perlawanan kecil,
kemudian beku.
Pandai menganalisa, goblok di aplikasi.
Arogansi berbicara, alam (akan) jadi saksi.
Sudut Alamanda, pelajaran yang tidak selalu dari ruang kelas,
tidak dari buku-buku ber kelas.
Kesalahan kecil nan fatal, yang diketahui.
Akhirnya dipahami dan dimengerti.
Sesaat kami tersenyum, serasa ingin menyibak kekelaman atapNya.
Langit hitam, hati (masih) abu-abu.
Meninggalkan alamanda 'menantang' langit.
Mengikuti arah burung-burung kuntul yang abu-abu karena langit.
Membawa sebuah harapan untuk 'kehidupan'.
Sejatinya, kehidupan tidak akan berjalan tanpa sebuah harapan.
Memacu kuda besi menuju 'Matahari',
dengan sejuta tanya yang masih berkecamuk di hati.
Adrenalin yang terpacu lebih cepat dari besi ini.
Berpikir yang kemudian mematikan intuisi.
Sehingga tersadar,
Matahari memberikan sudut cakrawala 'Langit Jingga'.
Alam seakan memberikan jawab atas hati yang gusar.
Burung-burung yang kembali ke sangkar,
tidak tanpa tujuan adanya.
Langit Jingga.
Senja dan Mengejar Langit Jingga.
Itu jawabNya melalui alam yang berbicara.Teselimuti dan Terbenamnya Matahari tidak selalu adalah hal buruk.
Saat berani melihat lebih jauh ke ujung cakrawala,
ada keindahan yang dipertontonkan.
Diam akan membuat adem.
Belom waktunya, aku masih ingin berkeringat!!
HA!
Aku sudah putuskan,
untuk 'Mengejar Langit JINGGA'.
(BERSAMBUNG)
Sleman, Minggu 13 Mei 2012
Dibalik mendung hitam yang pekat matahari masih bersinar terang dan siap menyinari kehidupan dibumi , , , so jgn takut melangkah dan tetap semangat beroo . . . ditunggu sambungannya :)
BalasHapusmenanti berubah hijau : )
Hapusbadai pasti berlalu
BalasHapus