Aku tenggelam dalam sajak,
ketika hujan tak mau beranjak.
Ketika rindu meluap,
dengan gaya kupu-kupu aku siap.
Rindu ku tak mungkin layu,
bicoz olwez ai lof yuu.
Jumat, 25 Januari 2013
Lebay Kok Rindu
Malam sedang ku rayu,
agar rindu tak cepat layu.
Malam menjadi kaku,
dihadapkan kepada aku,
tentu saja yang melulu LEBAY soal rindu.
Yoweslah..
agar rindu tak cepat layu.
Malam menjadi kaku,
dihadapkan kepada aku,
tentu saja yang melulu LEBAY soal rindu.
Yoweslah..
Potong Rambut
Sore tadi kamu ke salon,
untuk potong rambut mu yang panjang sekalian kenangan yang usang
Hati mu yang perlahan kosong,
terlihat makin cantik dengan rambut yang baru saja kamu potong
Mbak2 yang motong rambut mu kaget,
menemukan secuil nama ku di sela-sela rambut mu,
di kepala mu.
Konon mbak2 itu yang menemukan penyebab penyakit gelisah mu,
ternyata aku masih menjadi bagian dari kepalamu seiring waktu berlalu.
Lagi-lagi aku meracau, mabuk buruk mimpi berat.
Kamis, 24 Januari 2013
Hujan Rindu
Hujan menghapus kenangan,
hingga kini hati digantung bagai jemuran.
Hujan tak pernah tau,
di setiap kehadirannya,
turut hadir juga rindu.
Ceritanya,
hujan adalah jalan,
dimana rindu ku menemukan teman.
Kemudian berbuah celotehan.
Rindu yang tak lagi kesepian :)
***
Aku masih terjaga,
dengan sedikit tenaga cinta.
Menggoreskan rindu,
Tuhan memberi selamat,
hujan berubah sendu.
Aku dan hujan sering bertukar perasaan tentang cinta dan rindu,
hujan tak pernah bertanya kenapa
***
Aku punya dua hujan.
Hujan yang turun dari langit,
dan dari mata mu.
Kalau begitu, matahari ku juga dua
Aku mencintai hujan,
dengan mendung, petir, jingga dan atau pelangi nya
Seperti hal nya kamu,
aku mencintai mu, matahari ku
hingga kini hati digantung bagai jemuran.
Hujan tak pernah tau,
di setiap kehadirannya,
turut hadir juga rindu.
Ceritanya,
hujan adalah jalan,
dimana rindu ku menemukan teman.
Kemudian berbuah celotehan.
Rindu yang tak lagi kesepian :)
***
Aku masih terjaga,
dengan sedikit tenaga cinta.
Menggoreskan rindu,
Tuhan memberi selamat,
hujan berubah sendu.
Aku dan hujan sering bertukar perasaan tentang cinta dan rindu,
hujan tak pernah bertanya kenapa
***
Aku punya dua hujan.
Hujan yang turun dari langit,
dan dari mata mu.
Kalau begitu, matahari ku juga dua
Aku mencintai hujan,
dengan mendung, petir, jingga dan atau pelangi nya
Seperti hal nya kamu,
aku mencintai mu, matahari ku
Rapuh
Hati ku loncat dari dada ku,
berlari ke depan pintu,
sambil dada dada kepada jingga yg berangsur tiada.
berlari ke depan pintu,
sambil dada dada kepada jingga yg berangsur tiada.
Ngalor dan Ngidul
Kamu ngalor, aku ngidul.
Yaiya, kamu ngidul2 sendiri.
Aku sudah bilang, 'ayok kita ngalor!'
Masih ingin ber-pasangan,
meski tak selalu beriringan?
Ketika aku ngalor, kamu ngidul?
Apa yg menyatukan?
Oiya, rindu dan cinta :)
Yaiya, kamu ngidul2 sendiri.
Aku sudah bilang, 'ayok kita ngalor!'
Masih ingin ber-pasangan,
meski tak selalu beriringan?
Ketika aku ngalor, kamu ngidul?
Apa yg menyatukan?
Oiya, rindu dan cinta :)
Hidup Dengan Ku
Kenapa kamu tidak akan menyesal hidup dengan ku? Sedangkan aku sendiri menyesal akan hidup ku
Hehe, karena aku punya rasa. Rasa menyesalku yang akan membuat mu tidak akan menyesal hidup dengan ku
Rasa menyesal ku. Yang akan membawaku ke masadepan, dengan pembelajaran dari kenangan
Rasa menyesal ku. Yang membuatku merasa beruntung, hingga aku akan mengerti harus seperti apa untuk sampai ke ujung
Bukankah masih me-rasa-kan itu adalah baik? Coba saja sandingkan dengan yang bebal, tanpa sesal
Bukankah rasa menyesal itu adalah baik? Apabila kemudian bangkit dengan daya ungkit tanpa mengungkit-ungkit
Masih merasakan itu adalah baik. Karena rasa, yang membuat kita mengerti yang baik dan bukan
Mengerti itu baik, lebih baik lagi apabila mengerti kemudian melakukan. Karena mengerti, kita akan lebih cekatan
Siapapun bisa menjadi lebih baik. Sendiri atau dengan 'teman sejati' di sisi
Kalau aku sudah menjadi baik, aku ingin kamu yang 'membawa' ku untuk lebih baik :)
Karena baik memang tidak cukup
Kamu wanita baik, yang luarbiasa. Bukan kah baik bersama dengan baik, akan lebih baik?
Jadikan aku lebih baik, di dalam kita yg luarbiasa
Tidur lah, aku sudah hampir tiba di dalam mimpimu~
17 Januari 2013
Tiada Kembali Ke Tiada
Kita
pernah berjanji untuk
tidak
ada kompromi terhadap putus asa, nyatanya tidak ada yg tersisa
Memporak-porandakan
rasa, kemudian tak ada lagi kita
Waktu
yg berhenti di hatiku; akan terus terjebak di masa lalu
Sebenarnya
aku sudah tak ingin membunuh. Aku mencintai mu
Cukup
sudah darah yang tertumpah
Apa
iya, kita bisa menikahi seseorang, tanpa menikahi hatinya?
Apalah
artinya, ketika cinta (mu) telah tiada
Tiada
kembali ke tiada. Setia yg kemudian menjadi luka
17 Januari 2013
17 Januari 2013
Antara Hujan dan Kamu
Dari setiap rinai yang turun, semakin menguasaiku untuk
memikirkan kamu. Memikirkan apakah kamu juga memikirkan aku
Bercampur bingung, apakah hujan atau kamu yang menguasaiku
Hingga aku tak kuasa untuk menguasaiku diri ku sendiri. Terbawa alunan melodi rinai romantis, atau mungkin memang sendu
Ketahui saja, nama mu masih (akan) selalu mengiringi nama kedua orang tua ku dalam setiap doa-doa ku. Terlebih ketika hujan
Aku mencintaimu, utuh..
Perlu kamu tanya kenapa?
Sekali waktu berjalan lah ke Gunung, ketika hujan. Jika beruntung Jingga akan menemui mu, pada pagi atau senja
Itulah kenapa aku mencintaimu, dan kamu. Dan kamu..
Bercampur bingung, apakah hujan atau kamu yang menguasaiku
Hingga aku tak kuasa untuk menguasaiku diri ku sendiri. Terbawa alunan melodi rinai romantis, atau mungkin memang sendu
Ketahui saja, nama mu masih (akan) selalu mengiringi nama kedua orang tua ku dalam setiap doa-doa ku. Terlebih ketika hujan
Aku mencintaimu, utuh..
Perlu kamu tanya kenapa?
Sekali waktu berjalan lah ke Gunung, ketika hujan. Jika beruntung Jingga akan menemui mu, pada pagi atau senja
Itulah kenapa aku mencintaimu, dan kamu. Dan kamu..
Senin, 21 Januari 2013
Menjadi Sial Sekaligus Paling Beruntung
Satu-satunya kata yang mewakili aku adalah rindu.
Menjadi sial sekaligus paling beruntung. Ketika aku dan
kamu kenal, bersatu atau kah hati yg menjadi buntung.
Dimanapun berada, rindu tetap berada di tempatnya yang
gelap gulita, leluasa untuk menguji peka.
Haruskah aku kembali ke bangku sekolah? Untuk belajar
tegar, agar seperti ayah?
Mendung terlalu abu sampai lidahku menjadi kaku.
Mendung dan abu bersatu, mengucapkan selamat kepada rindu.
Rindu tidak membutuhkan sajak yang beranak pinak.
Ambisimu yang menggebu-gebu, terhalang oleh hatimu yg
keras seperti karang.
Sejak kapan mencari pasangan dengan pangan? Sejak calon-calon
ibu mertua meniadakan
perasaan.
Sudah lama memelihara burung, kapan aku bisa
terbang membumbung? Ketika kamu
memupuk cinta kita hingga menggunung.
16 Januari
2013
Minggu, 20 Januari 2013
Sepi, Malam Panjang dan Remang-Remang beserta Kunang-Kunang
Karena malam bukan hanya milik daun-daun yang setia menunggu sejuk embun,
namun juga milik rindu yang beruntun.
Aku sedang menjalin kerjasama, dengan kunang-kunang. Untuk membawa rindu kepada yang tercinta, tentang rasa
yang selalu ku kenang.
Kepada malam panjang, remang-remang,
kunang-kunang kelap-kelip jangan kau ikat kencang.
Beradu dengar pijar lampu kota,
perlahan menemukan tujuan dengan tenang. Rindu di dalam kata, dipeluk
kantuk kunang-kunang.
Ini sering terjadi, antara aku dan
sepi..
Aku sedang tidak senang dan
terburu-buru, apalagi yang kurang ketika aku berkata aku rindu?
Bukan lagi sebuah kemungkinan, rindu
adalah kepastian.
Bukan, rindu adalah ketetapan untuk
sebuah kepastian.
Ah aku hanyalah seorang plin plan.
Apakah kepada kenangan atau masa depan.
Salah, bukan mantan. Ya, masa kita dulu dan kini
yang rentan
Wanita cantik di tengah pertarungan.
Menghapus kenangan (tentang mantan), indah seperti hujan
Seketika menjadi dominan, angkat dagu
menatap masa depan
Sekian..
Sudut
sepi, 16 Januari 2013
Sabtu, 12 Januari 2013
MONOLOG
Benar kah malam yang sunyi itu tidak begitu indah ketimbang
senja yang melukiskan gerimis?
Keindahan adalah deru2 nikmat, dan dia berkata2 dalam jiwa kita
Keindahan suaranya tunduk pada kebisuan kita, seperti cahaya
yang bingung, kelap kelip takut kegelapan
Keindahan bukanlah kebutuhan, tetapi pengorbanan..
Keindahan, dimana keindahan? Mungkinkah sepiring senja yang
mewakilkan senyumnya?? Ah, sepertinya bukan! Aku hanya ingin kembara ke tempat
yang lebih sunyi..
Aku titipkan cintaku pada mendung yang bergulung dan berharap
mereka menjadi jingga yang akan pulang padaku setelah bersayap2 rindu
'Cinta adalah kata2 yang bercahaya; ditulis oleh tangan yang
bercahaya, di atas lembaran yang bercahaya'
'Api cinta sesekali padam, tapi selalu kembali menyala. Cukup
dengan satu percikan api kecil untuk menyalakannya'
Pejamkan matamu dan hirup dalam2 udara malam. Akan tercium aroma
rindu dari angin yang membawa kenangan
Hanya ada satu hal yang benar2 kuinginkan dalam hidup ini, suatu
yang ia rasakan dan ia ketahui yaitu kebahagiaan dan cintanya
Bagaimana mungkin jika kakimu masih terpasung oleh kenangan2
yang mengikatnya kencang??
Gairah telah membangunkanku, meski kebenaran cinta amat angkuh.
Mungkin aku sudah letih, tapi aku tak akan pernah diam..
Sang pemabuk cinta telah bangkit dari mendung yang bergulung
tadi sore?? Ah, rasa2nya ia masih larut dalam manisnya kenangan..
Oke, ternyata kata2 lebih bisa membunuh jika disandingkan dengan
sebilah pedang
Demikianlah sang cinta, sebuah desahan dari dasar laut nurani.
Seulas senyum dari daratan jiwa yang membentang
Bukalah dadaku di lautan sana, kau akan lihat betapa besarnya
cinta yang kau tanam
Bahwa cinta terkadang datang dengan caranya sendiri; meleburkan
kepedihan yang ada dengan sentuhan dan gayanya sendiri pula
Hingga tak jarang akan sukar untuk mengingat kapan sesungguhya
ia datang. Kapan tepatnya pedihmu larut dalam suka. Cinta sejati selalu datang
tepat waktu
Ketika hati sudah tak tahan menanggung beban yang ingin
disembunyikan apa yang dapat dilakukan seseorang selain menangis dan meratap?!
Setetes air yang berubah menjadi awan, tak mampu ia pergi jauh
dari tanah
Jiwaku tiada mendamba perpisahan, sebab ia adalah bagian dari
diriku
Engkau tak akan bisa kembali ke tahun tahun yang pernah kau
jalani dg orang orang yang kau cintai
Sepertinya sang pemabuk cinta telah terbangun dr rawa2 cintanya,
oleh cintanya?? Atau hanya melihat dirinya bermain dalam lumpur itu?
Menangislah, ratapilah ala kadarnya jika memang perlu. Yang
harus kita tau setelah masa sulit terlewatkan kita punya jiwa yg lebih kuat
Punya penglihatan yang lebih jauh nan luas; sama halnya seperti,
kala kita sudah terbiasa menunggu, kita akan lebih sabar dan bijak
Hasrat untuk memiliki tak tertahankan hingga pada titik ia mampu
bertahan, bahkan dengan mencintai dirinya sendiri
Oleh karena itu mencintai adalah menetralkan orang yang kita
cintai..
Aku bukan yang terbiasa menunggu, tapi sudah akan
Cintailah cinta sekedarnya saja, sebab sekedarnya cinta akan
membawa kita pada cinta yang benar-benar sejati adanya
Tiba saatnya aku tak tau lagi harus berkata apa kepadanya, tapi
jiwaku akan mengguratkan segala kesaksiannya di atas hati
Sepertinya pedangmu harus diasah sang pemabuk cinta. Sebab,
seekor anggang-anggang saja telah memecahkan purnama di kolamku
'Cinta adalah satu-satunya jawaban memuaskan dan bijaksana
terhadap persoalan eksistensi manusia'
'Pikiran memiliki seribu mata, dan hati cukup satu mata. Namun
cahaya kehidupan padam bilamana cinta pergi'
Tak perlu sebuah pedang, gunakan saja satu mata itu
Satu mata untuk mencari makna yang menguap dari kata, sebelum
malam tiba
Dimana letak hatiku? Tepat dimana kamu mengetahui letak hatimu.
Dan aku sebatas tau, tidak mengerti
Sejak kapan cinta memaksa ku mengerti? Sejak kita butuh logika
untuk membuat cinta itu nyata, atau binasa
Dan ternyata pagi akan segera menjelang. Hidup bagaikan isi hati
seorang penyair yang dipenuhi cinta dan kelembutan
Malam, kopi dan dirinya telah terminum habis
Saatnya mengisi keindahan dalam mimpi..
Jiwaku menderita karena perpisahan, tapi kembali terhibur oleh
cinta yang mengubah rasa sakit menjadi kenikmatan dan kepedihan menjadi
kebahagiaan
Aku bukan 'perangkai kata', tapi mataku selalu terjatuh dalam
lembah khayalan
Aku Mencintai mu, tercinta..
(Maaf, ada beberapa bagian
adalah kutipan, namun sungguh sangat mewakili)
Sleman, 10 Januari 2013
Senin, 07 Januari 2013
MERACAU III : Ngomong-Ngomong
Ngomong2 tentang hujan, begitu lah rinduku yang deras, meski kau bersikeras
Ngomongin rindu - Rindu ku meluap, kemudian menguap, berharap
kau tangkap dengan sigap
Ngomong2 nih ya, kapan cinta ku punya nama? Ketika kamu dan aku
menjadi kita, mita..
Eh
Ngomong2 nih ya, kapan cinta ku punya nama? Ketika kamu dan aku
menjadi kita..
Ngomongin soal sendu. Dekap kembali rindu mu. Hujan blm akan berlalu, untuk satu windu
Ngomong2 soal gila. Aku hanya berbeda, dari sekian banyak. Dengan cinta, apa adanya - selalu tanpa kenapa
Ngomongin pelangi nih - tidak ada keraguan sama sekali, pelangi
yang berpijar di matamu, akan menghiasi ruang-ruang sendu di
hati ku
Ngomong2 aku baru suka merokok tanpa asap. Kok kita gak akrab2?
Ngomong2 hujan semakin deras saja ya? Bergemricik dan
bertaburan, membasahi langit-langit yang merinding dengan kenangan
Ngomong2 soal hujan, lagi. Hujan adalah seni, rinai-rinai
ke-romantis-an. Membasahi, daun-daun gugur dengan harapan
Ngomong2 soal mati - cinta ini tumbuh kembali, bersemi, setelah dihajar dan diporak porandakan oleh musim dan cuaca
Ngomong2, aku gak asal ngomong. Aku cinta kamu, bukan omong
kosong. :))
Sleman,
07 Januari 2013
Aku dan Entah
Kamu
membenarkan, bahwa ‘cinta’ adalah jawaban yang lebih dari cukup
Pembenaran
yang memang seharusnya. Tanpa kenapa dan atau tapi
‘Karena
cinta gak perlu dimengerti, cukup dirasain aja’, katamu
Dirasakan
dan dirayakan. Biarkan menjadi hingar bingar
Ketika itu
kemudian kamu menyeduh kopi, di dapur. Biarkan seteguk aku meminum kopimu.
Mencicipi hatimu yang masih tertinggal di cangkir kopimu yg masih hangat
Biarkan
cinta tetap apa adanya, utuh beserta kamu
Kemudian
kamu memberikan salam, mengulurkan tangan – seperti menodongkan nama. Hati ku
ketar ketir
Monolog,
06 Januari 2013
MERACAU II
Soalnya, bukan kenapa aku
mencintaimu. Tapi bagaimana aku bisa mencintaimu dengan 'hati'
Soalnya, tidak ada yang bisa
membendung sebuah rasa. Cinta ya cinta saja, tanpa kenapa
Soalnya, gak ada yang tau
kapan rindu bertamu. Kamu memegang kunci, cinta menjadi pintu
Soalnya, kamu yang
menguasaiku. Menjadi hantu dalam hidup ku
Soalnya, aku cinta kamu. Sekian
dan tengkiu
Sleman, 06 Januari 2013
Hujan
Kesetiaan dan komitmen adalah kunci utama
mempertahankan hubungan
Hujan
menjaga rindu ini tetap di tempat nya
Hujan
cukup memberikan kepastian, untuk mendung yang sempat memporak porandakan
harapan
Hujan
itu aku. Hujan itu kamu. Aku mencintai hujan. Kamu mencintai ku?
Hujan
telah dijelajahi imajinasi. Ketika sebelum nya mendung telah mengukir wajahmu,
meski dengan abu
Hujan
akan menguasaimu, ketika kamu tidak dapat menguasai mendung
Hujan
membuat ku ber andai-andai, dengan rinai-rinai yang damai. Adakah sedikit saja
menyentuh mu setiap yang teruntai?
Hujan
membuatku belajar menjadi murid kebijaksanaan, tidak melulu menyandang korban
tekanan perasaan.
Hujan,
bukan untuk dihujat. Setan!
Hujan
tidak melulu soal pelangi, tapi mereka berhubungan erat. Sama hal nya dengan
cinta dan kamu. Aku cinta kamu :)
Sleman.
5 Januari 2013
Rabu, 02 Januari 2013
MERACAU
Kadang butuh sebuah kata 'nekat' untuk sebuah pilihan. Tidak melulu dengan segala pertimbangan yang kadang malah membuat semakin ragu. Misalnya, untuk cinta.
Kadang kita memerlukan sendiri dalam sepi, bahkan sunyi. Untuk menemukan kita yg lain, kemudian biarlah terjadi
percakapan. Sekedar refleksi,
Tidak hanya refleksi, jika beruntung
kita akan merasakan kehadiran orang lain. Mempertajam soal peka dan hati.
Kadang kamu perlu berjalan ke Gunung, suatu waktu. Rimba, Pulau,
Pantai, Laut, Goa? Kamu akan menemukan sesuatu yang selama ini tidak ada di kamu.
Kadang kita perlu mendapat dan
menerima musibah. Untuk mengerti sebuah indah. Di balik sebuah abu ada harapan untuk Jingga.
Kadang kamu perlu memberikan kesempatan, demi sebuah kesempatan. Menerima cinta sesorang, persetan, kemudian melewati beberapa kesempatan dalam hidup kalian.
Kadang kamu akan merasa masih memiliki segala nya, ketika cinta mengejar. Akan merasa tidak ada, ketika cinta menyerah, meninggalkan. Kemudian hambar.
Kadang gengsi akan lebih tinggi daripada kata hati. Kemana kamu harus berlari? Bukan duniawi, tidak lain adalah nurani.
Kadang kamu merasa menjadi orang yang tidak beruntung. Ketika kamu bangkit, ternyata perasaan itu yang akan membuat mu menjadi org yang paling beruntung
Kadang kita akan merasa tidak bisa memalingkan hati untuk cinta yg lain. Tapi ketika cinta diremehkan, berpalinglah, karena cinta untuk saling memberi tanpa tapi.
Kadang cinta akan menemukan jalan
buntu. Ternyata dia sudah ada di hadapan mu. Cinta, akan menemukan jalannya, dengan meraba bahkan berlari.
Kadang kamu merasakan cinta yang ber-api2. Seringkali meski disakiti tidak akan menyadari. Turuti katahati, berbicaralah dengan nurani.
Kadang aku tidak bisa menahan, utk
mengatakan, aku mencintaimu. Sekian
Sleman, 01 01 2013
Langganan:
Postingan (Atom)