Minggu, 01 April 2012

JAWABAN


Seorang 'pria' yang berkomitmen dari dan di awal. Seorang 'pria' yang menjelaskan keterbatasannya saat ini. Seorang 'pria' yang tak berjanji padaku. Kamu tahu? Aku tak suka dengan janji-janji.

Aku harap seorang 'pria' itu yang bertanggung jawab dari awal sampai akhir

Kehidupan menciptakan berbagai pilihan jalan yang harus dipilih. Aku mengikuti jalanmu yang tak keluar dari batas. Aku membisikkan padamu saat kau mulai lengah. Ak harap kau pun begitu terhadapku

Bukankah Tuhan menyuruh meninggalkan sesuatu yang kita ragukan? (Pertanyaan)

Fokus dengan satu pilihan dan tujuan, yakinkan dalam hatimu

Belum cukup! Bukankah kata 'belum cukup' adalah bahwa wujud tidak bersyukur? Bersyukur masih bisa 'merasa'. Termotivasilah karena untuk ibadah

Kebenaran dalam hidup ini nisbi. Cukup menjaga diri dan mengontrol ucapan, sikap, hati. Kepercayaan akan menghampiri dengan sendirinya. 

Debu yang terkumpul pun akan membentuk batu besar yang tak hanyut oleh arus sungai. Setenang air sungai, bukan ombak lautan

Terlalu sibuk mencari jati diri? Yang penting adalah 'tahu diri' (ga paham yg ini :p)

Memang, kejujuran itu menyelamatkan. Komunikasi dari hati ke hati tanpa ada rasa saling menyalahkan

Komunikasi yang berkualitas, yang terpenting sampaikan apa yang dirasa

Mangkir dari pilihan merupakan wujud ketidaksetiaan

Sebelum mantap, apa diri kita sudah pantas untuk menyandang predikat 'mantap'?
Jangan lupakan Tuhan dalam hal ini. Mari kita bungkus kisah ini dengan agama. Sekali lagi. Sama-sama kita belajar, aku pun masih awam dan masih sangat dangkal dengan 'agama'. 


Yogyakarta, 01 April 2012
*Goresan Kasih (asli) dari Yang Terkasih*
*Ber-Milyar2 Rudal Doa dan Peluk Hangat Tercurahkan Kepadamu*

5 komentar:

  1. OK aku selalu mengikuti langkahmu selagi itu masih dijalan Tuhan dan selagi bisa mengubah pola berfikir dan menambahkan kita untuk selalu semangat maju berjuang untuk menjalani hidup yang lebih baik menuju kesuksesan dunia dan akhirat.
    Amin.....................

    BalasHapus