Benar kah malam yang sunyi itu tidak begitu indah ketimbang
senja yang melukiskan gerimis?
Keindahan adalah deru2 nikmat, dan dia berkata2 dalam jiwa kita
Keindahan suaranya tunduk pada kebisuan kita, seperti cahaya
yang bingung, kelap kelip takut kegelapan
Keindahan bukanlah kebutuhan, tetapi pengorbanan..
Keindahan, dimana keindahan? Mungkinkah sepiring senja yang
mewakilkan senyumnya?? Ah, sepertinya bukan! Aku hanya ingin kembara ke tempat
yang lebih sunyi..
Aku titipkan cintaku pada mendung yang bergulung dan berharap
mereka menjadi jingga yang akan pulang padaku setelah bersayap2 rindu
'Cinta adalah kata2 yang bercahaya; ditulis oleh tangan yang
bercahaya, di atas lembaran yang bercahaya'
'Api cinta sesekali padam, tapi selalu kembali menyala. Cukup
dengan satu percikan api kecil untuk menyalakannya'
Pejamkan matamu dan hirup dalam2 udara malam. Akan tercium aroma
rindu dari angin yang membawa kenangan
Hanya ada satu hal yang benar2 kuinginkan dalam hidup ini, suatu
yang ia rasakan dan ia ketahui yaitu kebahagiaan dan cintanya
Bagaimana mungkin jika kakimu masih terpasung oleh kenangan2
yang mengikatnya kencang??
Gairah telah membangunkanku, meski kebenaran cinta amat angkuh.
Mungkin aku sudah letih, tapi aku tak akan pernah diam..
Sang pemabuk cinta telah bangkit dari mendung yang bergulung
tadi sore?? Ah, rasa2nya ia masih larut dalam manisnya kenangan..
Oke, ternyata kata2 lebih bisa membunuh jika disandingkan dengan
sebilah pedang
Demikianlah sang cinta, sebuah desahan dari dasar laut nurani.
Seulas senyum dari daratan jiwa yang membentang
Bukalah dadaku di lautan sana, kau akan lihat betapa besarnya
cinta yang kau tanam
Bahwa cinta terkadang datang dengan caranya sendiri; meleburkan
kepedihan yang ada dengan sentuhan dan gayanya sendiri pula
Hingga tak jarang akan sukar untuk mengingat kapan sesungguhya
ia datang. Kapan tepatnya pedihmu larut dalam suka. Cinta sejati selalu datang
tepat waktu
Ketika hati sudah tak tahan menanggung beban yang ingin
disembunyikan apa yang dapat dilakukan seseorang selain menangis dan meratap?!
Setetes air yang berubah menjadi awan, tak mampu ia pergi jauh
dari tanah
Jiwaku tiada mendamba perpisahan, sebab ia adalah bagian dari
diriku
Engkau tak akan bisa kembali ke tahun tahun yang pernah kau
jalani dg orang orang yang kau cintai
Sepertinya sang pemabuk cinta telah terbangun dr rawa2 cintanya,
oleh cintanya?? Atau hanya melihat dirinya bermain dalam lumpur itu?
Menangislah, ratapilah ala kadarnya jika memang perlu. Yang
harus kita tau setelah masa sulit terlewatkan kita punya jiwa yg lebih kuat
Punya penglihatan yang lebih jauh nan luas; sama halnya seperti,
kala kita sudah terbiasa menunggu, kita akan lebih sabar dan bijak
Hasrat untuk memiliki tak tertahankan hingga pada titik ia mampu
bertahan, bahkan dengan mencintai dirinya sendiri
Oleh karena itu mencintai adalah menetralkan orang yang kita
cintai..
Aku bukan yang terbiasa menunggu, tapi sudah akan
Cintailah cinta sekedarnya saja, sebab sekedarnya cinta akan
membawa kita pada cinta yang benar-benar sejati adanya
Tiba saatnya aku tak tau lagi harus berkata apa kepadanya, tapi
jiwaku akan mengguratkan segala kesaksiannya di atas hati
Sepertinya pedangmu harus diasah sang pemabuk cinta. Sebab,
seekor anggang-anggang saja telah memecahkan purnama di kolamku
'Cinta adalah satu-satunya jawaban memuaskan dan bijaksana
terhadap persoalan eksistensi manusia'
'Pikiran memiliki seribu mata, dan hati cukup satu mata. Namun
cahaya kehidupan padam bilamana cinta pergi'
Tak perlu sebuah pedang, gunakan saja satu mata itu
Satu mata untuk mencari makna yang menguap dari kata, sebelum
malam tiba
Dimana letak hatiku? Tepat dimana kamu mengetahui letak hatimu.
Dan aku sebatas tau, tidak mengerti
Sejak kapan cinta memaksa ku mengerti? Sejak kita butuh logika
untuk membuat cinta itu nyata, atau binasa
Dan ternyata pagi akan segera menjelang. Hidup bagaikan isi hati
seorang penyair yang dipenuhi cinta dan kelembutan
Malam, kopi dan dirinya telah terminum habis
Saatnya mengisi keindahan dalam mimpi..
Jiwaku menderita karena perpisahan, tapi kembali terhibur oleh
cinta yang mengubah rasa sakit menjadi kenikmatan dan kepedihan menjadi
kebahagiaan
Aku bukan 'perangkai kata', tapi mataku selalu terjatuh dalam
lembah khayalan
Aku Mencintai mu, tercinta..
(Maaf, ada beberapa bagian
adalah kutipan, namun sungguh sangat mewakili)
Sleman, 10 Januari 2013
Tidak ada komentar:
Posting Komentar