Sabtu, 12 Januari 2013

MONOLOG



Benar kah malam yang sunyi itu tidak begitu indah ketimbang senja yang melukiskan gerimis?


Keindahan adalah deru2 nikmat, dan dia berkata2 dalam jiwa kita

Keindahan suaranya tunduk pada kebisuan kita, seperti cahaya yang bingung, kelap kelip takut kegelapan

Keindahan bukanlah kebutuhan, tetapi pengorbanan..

Keindahan, dimana keindahan? Mungkinkah sepiring senja yang mewakilkan senyumnya?? Ah, sepertinya bukan! Aku hanya ingin kembara ke tempat yang lebih sunyi..

Aku titipkan cintaku pada mendung yang bergulung dan berharap mereka menjadi jingga yang akan pulang padaku setelah bersayap2 rindu

'Cinta adalah kata2 yang bercahaya; ditulis oleh tangan yang bercahaya, di atas lembaran yang bercahaya'

'Api cinta sesekali padam, tapi selalu kembali menyala. Cukup dengan satu percikan api kecil untuk menyalakannya'

Pejamkan matamu dan hirup dalam2 udara malam. Akan tercium aroma rindu dari angin yang membawa kenangan

Hanya ada satu hal yang benar2 kuinginkan dalam hidup ini, suatu yang ia rasakan dan ia ketahui yaitu kebahagiaan dan cintanya

Bagaimana mungkin jika kakimu masih terpasung oleh kenangan2 yang mengikatnya kencang??

Gairah telah membangunkanku, meski kebenaran cinta amat angkuh. Mungkin aku sudah letih, tapi aku tak akan pernah diam..

Sang pemabuk cinta telah bangkit dari mendung yang bergulung tadi sore?? Ah, rasa2nya ia masih larut dalam manisnya kenangan..

Oke, ternyata kata2 lebih bisa membunuh jika disandingkan dengan sebilah pedang

Demikianlah sang cinta, sebuah desahan dari dasar laut nurani. Seulas senyum dari daratan jiwa yang membentang

Bukalah dadaku di lautan sana, kau akan lihat betapa besarnya cinta yang kau tanam

Bahwa cinta terkadang datang dengan caranya sendiri; meleburkan kepedihan yang ada dengan sentuhan dan gayanya sendiri pula

Hingga tak jarang akan sukar untuk mengingat kapan sesungguhya ia datang. Kapan tepatnya pedihmu larut dalam suka. Cinta sejati selalu datang tepat waktu

Ketika hati sudah tak tahan menanggung beban yang ingin disembunyikan apa yang dapat dilakukan seseorang selain menangis dan meratap?!

Setetes air yang berubah menjadi awan, tak mampu ia pergi jauh dari tanah

Jiwaku tiada mendamba perpisahan, sebab ia adalah bagian dari diriku

Engkau tak akan bisa kembali ke tahun tahun yang pernah kau jalani dg orang orang yang kau cintai

Sepertinya sang pemabuk cinta telah terbangun dr rawa2 cintanya, oleh cintanya?? Atau hanya melihat dirinya bermain dalam lumpur itu?

Menangislah, ratapilah ala kadarnya jika memang perlu. Yang harus kita tau setelah masa sulit terlewatkan kita punya jiwa yg lebih kuat

Punya penglihatan yang lebih jauh nan luas; sama halnya seperti, kala kita sudah terbiasa menunggu, kita akan lebih sabar dan bijak

Hasrat untuk memiliki tak tertahankan hingga pada titik ia mampu bertahan, bahkan dengan mencintai dirinya sendiri

Oleh karena itu mencintai adalah menetralkan orang yang kita cintai..

Aku bukan yang terbiasa menunggu, tapi sudah akan

Cintailah cinta sekedarnya saja, sebab sekedarnya cinta akan membawa kita pada cinta yang benar-benar sejati adanya

Tiba saatnya aku tak tau lagi harus berkata apa kepadanya, tapi jiwaku akan mengguratkan segala kesaksiannya di atas hati

Sepertinya pedangmu harus diasah sang pemabuk cinta. Sebab, seekor anggang-anggang saja telah memecahkan purnama di kolamku

'Cinta adalah satu-satunya jawaban memuaskan dan bijaksana terhadap persoalan eksistensi manusia'

'Pikiran memiliki seribu mata, dan hati cukup satu mata. Namun cahaya kehidupan padam bilamana cinta pergi'

Tak perlu sebuah pedang, gunakan saja satu mata itu

Satu mata untuk mencari makna yang menguap dari kata, sebelum malam tiba

Dimana letak hatiku? Tepat dimana kamu mengetahui letak hatimu. Dan aku sebatas tau, tidak mengerti

Sejak kapan cinta memaksa ku mengerti? Sejak kita butuh logika untuk membuat cinta itu nyata, atau binasa

Dan ternyata pagi akan segera menjelang. Hidup bagaikan isi hati seorang penyair yang dipenuhi cinta dan kelembutan

Malam, kopi dan dirinya telah terminum habis

Saatnya mengisi keindahan dalam mimpi..

Jiwaku menderita karena perpisahan, tapi kembali terhibur oleh cinta yang mengubah rasa sakit menjadi kenikmatan dan kepedihan menjadi kebahagiaan

Aku bukan 'perangkai kata', tapi mataku selalu terjatuh dalam lembah khayalan

Aku Mencintai mu, tercinta..


(Maaf, ada beberapa bagian adalah kutipan, namun sungguh sangat mewakili)

Sleman, 10 Januari 2013

Tidak ada komentar:

Posting Komentar