Jumat, 26 April 2013

Sayaaangg jangan tidur...

Jangan dipikirkan ini cerita non atau fiksi. Yang pasti aku hanya sekedar ingin bercerita aja.

Liga Champion memasuki babak semi final di tahun ini. Dini hari ketika Barcelona dipertemukan dengan Bayern Munich di Allianz Arena, insidental aku bareng temen-temen nonton bareng di angkringan. Hehe, keren kan ya nobar di angkringan?

Barcelona digunduli dengan skor 0-4. Sebenernya aku sendiri gak fanatik kepada klub bola manapun, cuman sering mengikuti perkembangan bola dan suka nonton pertandingan-pertandingan--'Big Match'--nya aja. Kebetulan waktu itu aku lebih dukung Bayern Munich, ya terlebih karena menurutku udah banyak yang dukung Barcelona dengan tiki taka nya, jadi aku lebih memilih untuk jadi minoritas aja. Tapi cukup sedih juga sih lihat Barca kalah telak 0-4, hehe lebay.

Singkat cerita, pertandingan tersebut baru selesai sekitar jam 03.30 dini hari. Ya karena udah selesai akhirnya aku pulang ke rumah, karena sebenernya memang udah ngantuk banget juga.  Kebetulan malam sebelomnya juga baru tidur kurang lebih 3jam. Setelah sampai rumah dipikir-pikir jam udah mepet waktu subuh, ya akhirnya aku nungguin sekalian sampai adzan subuh, sekalian solat subuh daripada kesiangan. Hehe, solat adalah tiang agama saudara-saudara sekalian jamaah kuliah subuh yang dirahmati Allah.

Selesai solat, kira-kira jam setengah 5 lebih dikit. Rasa-rasa nya mata udah mau merem aja, ngantuk beraaattt broohh. Jalan sempoyongan ke kamar, meraba-raba tembok. Yang pada akhirnya berhasil mendarat dengan selamat di atas kasur, alhamdulillah. Zzzzzzzzzzzttt.......

*tidak sadarkan diri*

Sampai pada suatu ketika, ciyeeeehhh. Pokoknya sampai tiba-tiba aku kebangun, gak tau gara-gara apa. Kira-kira jam setengah 8 pagi.Spontan nyari hp, sekedar ngececk ada bbm atau gak. Daaaaann, dalam kondisi setengah sadar buka bbm, 'sayaaaaangg jangan tiduur'. Mungkin ini ngetik nya pakai toa, terlihat dari huruf vokal nya yang banyak betul. Sampai-sampai mata yang tadinya sipit jadi melotot.

--

Sadar atau tidak sadar ternyata kita sering hidup di alam mimpi, sampai mimpi tersebut membangunkan kita ke dalam mimpi itu sendiri. Ketika kita tak berhenti untuk berjalan, bertahan, meski tembok benteng terhampar berurutan, menutupi pandangan menyiutkan keberanian.

Masih akan terus bermimpi, terlebih untuk sebuah mimpi. Karena di dalam mimpi masih ada mimpi. Meraih mimpi yang satu, untuk mimpi yang lain. :)

'Jika seseorang ingin impiannya menjadi kenyataan, dia harus bangun.' 


April 2013


Tidak ada komentar:

Posting Komentar