Senin, 03 Desember 2012

Jingga dan Mereka

Apakah Hujan merindukan-ku?

Benar.

Padahal kau merindukanku, meski dg malu-malu..


Jingga, yg kau bawa besertamu.
Ternyata kalian sahabat karib, sama2 malu-malu..

Kau ini cemen ya? Pelangi pun kau bawa besertamu..

Meskipun begitu, kalian tdk akan pernah tau seberapa aku memujamu.
Seperti hal nya Mahameru.

Haii, Jingga
Pelangi itu pacar mu ya? Lalu siapa Hujan itu? :))

Lalu siapa aku?

Lebih baik bersama tp tdk bs bersatu, atau bersatu tp tdk bs bersama?
Bersama dan men-satu-kan’, Jingga memilih

Tidak selalu butuh berteriak untuk mengutarakan
Karena dg diam akan di dengar, terkadang

Jingga, jika kau datang lagi hari ini,
sudi kira nya kau beri sedikit obrolan tentang kekasih-kekasih mu kini..

Agar datang keterbukaan kemudian enyah kecemburuan diantara aku dan dia,
juga beberapa mereka..

Biasanya bukan hanya karena benturan suara hati,
pasti ada yg lebih..

Hati2 terhadap kehilangan persepsi kepada sesuatu.

Keyakinan-ku dari setiap kalian yg menyebut nama nya

Maaf, aku kehilangan diriku
Sesaat

Saat aku sibuk mendengar suara-suara gaduh di sekeliling,
dan lupa mendengar suara ku sendiri

Biarkan cinta menemukan jalannya sendiri
Dengan meraba, bahkan berlari

Kemudian,
bunuhlah waktu..

Karena cepat atu lambat, waktu akan membunuh mu
Maka bunuhlah dia

Hai hujaan! Apa kabar Jingga?
Aku ingin bertemu Jingga, kau sudah ajak-nya bertemu dahulu.
Tak mungkin lah Jingga datang di malam hari..

Jika kau benar mencintai Jingga,
adalah cinta sejati, seharusnya kau bawa serta dia.
Atau memang tak harus bersama?

Pecahkan lah diam..

Kamu..
Iya bener kamu, yg dulu tdk terlihat atau entah aku yg kemana,
seketika mengalihkan segalanya..

Kau bisa memliki aku dimana saja..

Kurang setia berapa aku sama kamu, Hujan?

Ketika kau datang dg sejuta rasa;
adalah aku, mencari kebahagiaanku sendiri.

Setia, apa yg terjadi dg kamu dan Jingga?





‘puncak kerinduan beserta rinai hujan romantis’, 02 Dec 2012

2 komentar: