kemudian,
sepi
pagi dan
Jingga
tidak
hanya kepada mata
membakar
pagi,
mengebiri
sepi
berdarah-darah,
telah
selesai monolog malam ini
ada
Jingga di kala ini dan senja nanti,
sempurna
ketika ada kamu
jangan
berlebih-lebihan untuk sepi
tatap
matahari, beserta Jingga-nya
Jingga,
terbujur
di dalam hati kini hanya diri nya
pagi ini
kita saling mengantar
kepada
kerinduan kita masing-masing
tidak
ada semangat lebih besar
selain
kepada mencari titik kerinduan akan dipertemukan
cinta,
jangan
jatuh
dan
kemudian,
kita
saling menatap,
mata
kita saling mengucap 'aku cinta kamu'
kita
adalah sinergy
yang hanya
bisa disatukan oleh hati
hati ku
adalah kunci
sedangkan
hati mu adalah peti
mungkin
kau salah menilaiku
aku akan
berjalan ke ujung dunia,
dan
kembali jika kau menginginkannya
tentunya,
dengan hati
bukan
mata, yang buta
<monumental 20.12.2012>
<monumental 20.12.2012>
(y)
BalasHapus