Satu ketika ketika pagi datang menyambut hari-hariku
yang penuh dengan semangat, ceria, bahkan kecacatan mental yang selalu
membuatku dan lingkunganku tak peduli dengan masalah yang ada. Ya pada satu
pagi itu, entah apa yang terjadi, buyar semua. Segala rencana yang telah rapih
ku buat seakan jadi ucapan semata.
Hei kamu, praktikanku, adik angkatanku, tetangga
kostku, bertanggungjawablah atas yang terjadi padaku.
Diawal tahun aku memulai paragraf baru hidupku,
membuat semangat baru dalam hidupku. Ya, kehadiranmu itu merubah semuanya,
membuat kenyamanan baru, ketidaklogisan baru, kemanusiawian baru. Hei , aku
sayang kamu !
Kamu, anak pintar dengan tumpukan nilai A pada
transkripmu yang telah meng-iya-kan aku untuk jadi ‘teman’mu dalam hari-harimu.
Apa yang kamu pikirkan? Sadarkan yang kamu perbuat? Hmmm kita berbeda, satu
tembok memisahkan kita dan tdk bisa dihancurkan, perbedaan keyakinan.
Betapa bodohnya aku ketika lagi dan lagi terjebak
dalam perbedaan yang nyaman, bukan untuk pertama kalinyaa, tapi ini untuk
pertama kalinya batasan yang tidak terasa membatasi.
Betapa bodohnya juga kamu kenapa mau meladeniku yang
telah jelas kamu tahu ada perbedaan ini? Nah sekarang pahitnya terasa kan? Hari
ini semua jadi pahit, di otakku hanya ada kata saat ini, Henyu!
Sesuai apa yang ku katakan padamu, aku hanya
menunggu waktu dan mentalku hingga siap mengakhiri semuanya...
Ketika saat itu tiba, aku memohon untukmu kepadaku
agar bisa melewatinya...
Proses hidup, ini resikoku, itu resikomu. Ya, hadapi
sendiri. Kelakuan kita, tanggungjawab kita.
| yang, aku sayang sama kamu | - iya, aku pun sama |
terus apa yang kita perjuangin disini? | - aku gak tau | kamu mau serius sama
aku? | - aku bingung | jangan bingung dan ragu untuk bilang tidak, yang | - aku
mau serius, tapi aku tetap ingin dengan apa yang aku yakini | aku juga sama,
tetap pada keyakinanku | - terus gimana | yasudah, aku pulang ya..maaf dan terimakasih, yang |
Satu saat indah akan datang padamu, padaku. Saat
dimana semua terasa nyaman, tentram, menyejukkan. Dan pada saat itu, aku
melihatmu dengan pasanganmu (RSH, 2013)
Oleh @sennaharahap
Tidak ada komentar:
Posting Komentar