sudah lama aku tak berjumpa denganmu
ya, sekian lama. hingga musim hujan hampir berlalu
dimana alamatmu kini?
tidakkah lagi kamu tinggal di gunung. padang rumput, puncak bukit, pada pagi maupun senja yang jingga?
tidakkah lagi kamu damai di dalam rimba dengan temaram bintang? pada dingin yang katanya mencekam
tidakkah lagi kamu singgah di pantai. dengan deburan ombak, di pasiran, di
atas tebing terjal dan tajam? pada pagi maupun senja yang jingga
tidakkah lagi kamu berada pada gelap goa? pada tetes-tetes air yang bening, kemudian mengkristal
tidakkah kini kamu mengalir di dalam deras sungai atau riak-riak jeram. pada air yang keruh, membuat kepala dingin dan jiwa kembali utuh
dimanakah kamu, inspirasi?
tidakkah lagi kamu meresap menyatu dalam rinai-rinai hujan?
aku kangen kamu..
CELOTEH BERINTI DUSTA
Kamis, 22 Agustus 2013
Selasa, 23 Juli 2013
Putih Abu-Abu
Refleksi pasca buber+reuni SMANSA 234 Angkatan 08
----
Sore itu di bulan yang istimewa, Alloh ijinkan aku untuk kembali merajut tali persaudaraan ini dengan kembali berkumpul bersama kalian saudara-saudaraku seperguruan “Smansa 234 2008/Demarco 2008”. Spontan kaset memori otak ini berputar ke masa-masa sekitar 5 tahun silam (masa putih abu-abu) yang penuh warna, masa SMA.
Saat menulis untaian memori ini aku senyum-senyum sendiri mengingat kenangan masa SMA dulu. Masa SMA bagiku masa dimana masa akhir sebagai siswa karena setelah itu sebutanku adalah MAHAsiswa bukan siswa lagi hehehe.
Gokil gokil, masa dimana aku dipertemukan dengan anak-anak muda yang punya potensi luar biasa. Beneran luar biasa jika bisa diarahkan dengan baik aku yakin kalian teman-teman bisa jadi orang luar biasa. Karena selalu ada alasan besar ketika IA Yang Maha Kuasa menciptakan segala sesuatu, termasuk alasan kenapa kita diciptakan.
**Kelas X**
Masa dimana aku ditakdirkan berada di kelas XE. Kelas yang sampai saat ini menurutku masih solid dan kompak dengan buber/syawalan rutinnya tiap tahun. Kayaknya kelas X angkatan 08 yang masih solid ya XE, hehehe…
Masa dimana anak-anak kelas memanggilku dengan sebutan mbah uti (nenek putri), bisa-bisanya anak imut kaya gini dipanggil mbah coba? Hadeh…
Kelas X merasa saya jadi orang tua-nya XE. Punya banyak cucu. Masa kita menjalani BBT (Bhineka Bakti Training) sejenis masa orientasi siswa. Kelas X masa dimana aku mulai memutuskan untuk bisa aktif di sekolah dengan ikut banyak ekskul (Pecinta Alam, PMR, Rohis, KIR). Masa dimana ribut dengan penugasan-penugasan aneh, masa belajar pulang sore, masa dipanasin di lapangan basket buat dilatih tonti, masa dimana aku dihukum oleh kakak tingkat karena salah baris berbaris, dijahilin lah dll…Hahahaha masa itu masa dimana teman-temanku jadi ngefans dengan kakak tingkat pembimbing MOS (ampun daah).
Masa dimana arisan menggema di XE, mantab…ibu-ibu PKK banget :D
Masa itu, masa dimana aku selalu bersama kembaranku yang kini sudah menikah, mb Bird….
Kau pecah telur duluan, semoga bisa segera kuikuti jejakmu untuk menyempurnakan setengah dien ini, *eh.
Nurika, Rona, Ranika, Meme, Uli, Icha, Ujem, Ana, Agus (Gembozt), Sigit Prisantara, Sigit Verdana, Rosi, Mita, Onji, Cham, Dita, Haidar, Arian, Kikin, Puput, Evi, Lia, Emi, Suryo, Desty, Nyanya, Vier, Diah Ayu, Dian Mega, Yanuar, Novi thx a lot friend 4 the sweets memories di masa putih abu-abu kita :D
**Kelas XI**
Kelas XI aku terdampar di kelas XI IPS 1. Hmmm kelas yang lumayan trouble maker..kelas gokil, dengan penghuni manusia-manusia social yang “merasa sok-sokan” senior hahahaha. Masa dimana bisa dibilang darah muda lumayan menggema di dada kita. Kelas di lantai 2 dimana setiap nongkrong sebelum masuk kelas di pojok pagar lantai 2 sebelah utara kita bercengkrama renyah penuh tawa ringan, penuh canda yang semakin mengakrabkan kita.
Sampai pada suatu siang di jam kosong, menjadi awal tragedy penghukuman 1 kelas yang tak lepas dari pantauan Pembina kesiswaan. Masa jam kosong karena darah muda terlalu menggema di beberapa dada teman-temanku, waktu itu naluri rame di kelas membuncah. Bercanda yang bisa jadi keterlaluan menurut kacamata orang tua kita di sekolah (guru). Bercanda yang terlalu gaduh mengganggu kelas sebelah yang sedang KBM. Bercanda yang diselinggi lempar-lemparan kertas sehingga kelas jadi kotor plus jungkir balik beberapa kursi. Seingatku waktu itu yang rame beberapa, tapi yang kena hukuman satu kelas rata je..hahahha. Sampai akhirnya seorang guru masuk kelas dan meminta kita satu kelas keluar semua untuk berbaris di lapangan basket depan sekolah. Waktu itu kita sampai ditunda pulang sekolahnya karena kelas dikunci, tas di dalam kelas semua tapi kita satu kelas semua di jemur lho, hahahha…astaghfirulloh, ampun ya Alloh.
Sampai akhirnya waktu itu kita dipulangkan setelah lumayan lama kita dijemur+dicuekin Pembina kesiswaan hehehe. Dan parahnya saat beredar kertas tanda tangan aku ikut-ikut saja tanda tangan dan gak tahunya itu adalah kertas tanda tangan pelaku keonaran di kelas, ampun deh…waktu itu kan aku gak ikut-ikut rame, tapi kena efeknya dengan pemberian poin BP 20 lebih karena aku ikut menandatangani kertas pengakuan yang aku gak tahu menahu tadi, ampun ampun masa itu masa erornya diriku *tepuk jidat+istighfar. -.-“
Masa kelas XI masa aku dipertemukan dengan Simbok, Dewik, Arlin, Mega, Ezry, Yosi, Raras, Eva, Riza (inget ga kita pernah bikin pin Dementor?) hehehhe..
Simbok, Dewik, Arlin, Mega, Ezry, Yosi, Raras, Eva, Lingga, Ucil, Sigit Verdana, Kethup, Luna, Yuda, Novida, Willy, Al Farica, Fadhila, Riza thx a lot friend 4 the nano nano memories di masa putih abu-abu kita :D (baru bisa ambil hikmahnya sekarang)
**Kelas XII**
Kelas XII Alloh takdirkan aku di XII IPS 2, ini kayaknya kelas paling trouble maker deh kayaknya..
Membuat guru males masuk kelas biasa, membuat guru nangis keluar kelas pernah juga, astaghfirulloh kenakalan apa teman XII IPS 2? aku ra melu-melu lho iki (saya gak ikut-ikutan lho ini).
Kelas yang tiap harinya dihujani canda dan tawa gokil, konyol, garing tapi lucu juga sih, akhirnya aku senyum-senyum sendiri mengingatnya.
Marta, Mirza the couple yang gokil abiz, ada ada aja bahan comedian kalian tiap harinya hehehhe. Hingga hari berganti hari dan tiap hari menghitung mundur waktu UAN. Dan tiba di penghujung tahun saat kita mau mencari konsep buku tahunan, kelas kita yang paling beda konsepnya guys, kelas paling social hehehe…mengisi foto buku tahunan dengan bakti social ke daerah kaki merapi kan yan? He lupa tempat pastinya. Saat itu hanya kelas kita yang mencoba berbagi ke sesama yang kurang beruntung, meminta doa restu pada mereka agar SWOT (Social Two United) bisa lulus 100%. Dan Alloh kabulkan doa kita semua kawan, 100% SWOT lulus :D alhamdulillah.
Di kels XII IPS 2 kembali bersama Linggashut, 5 thn brother kita sekelas, menimba ilmu bersama. Inget gak pertama kali kita ketemu pas SMP kita buat yel kelas buat MOS 1B? hehehe…masih inget gak dengan:
Pring reketek gunung gamping ambrol
Dasar ati mantep kelas 1B jempol
Jempol ibu jari, kelas 1B nomer siji
Siji loro telu kelas 1B ayo maju, maju, maju, maju, maju
Kita maju bersama bergandengan tangan sambil bersenang-senang
Samping kanan samping kanan jalannya, samping kiri samping kiri perginya :D
Seorang ketua OSIS SMP Faforit guys, ya sampai sekarang saya masih bisa melihat jiwa leader di dirimu brother. Ra ketung pas SMA beda cerita hehehe..
Masa-masa puncak stress memikirkan persiapan kelulusan SMA, sehingga tiap-tiap hari ada aja adegan-adegan konyol dari kalian semua, khususnya the couple yang slalu memecahkan suasana kepenatan dengan comedi tawa spontan yang ngangenin… :D
Hmmm sudah lama aku tidak banyak tertawa konyol seperti SMA dulu… :D
Masa padet dengan jam ke nol pagi hari, latihan soal-soal UAN, bejubel rumus, teori yang di bombardir harus masuk ke otak, dan tak jarang malah otak kita luber hehehhe..ya masa-masa ngangenin, miss that moment :D
Arian, Silvia, DePe, Fuad, Fera, Ana, Fani, Meme, Wawan, Vier, Wisnu, Puput, Dyah Ayu, Bambang, mb Fina, Celesta, Lingga, Adit, Dewi, Agus, Candra, Deri, Riza, Rika, Ita, Irma, Endah, Mega, Bowo, Faris, Simbok, Phepie, Ratih, Galih, Suud, Mirza, Marta, Eni, Andrian thx a lot of all my famz. Miss u all.
---
Jika tua nanti kita tlah hidup masing-masing
Ingatlah hari ini… (Project Pop)
----
Bersenang-senanglah karna hari ini yang kan kita banggakan
Di hari nanti sebuah kisah klasik untuk masa depan…
Bersenang-senanglah karena hari ini yang kan kita banggakan
Di hari nanti…oh…
Sampai jumpa kawanku, semoga kita selalu menjadi sebuah kisah klasik untuk masa depan.. (SO7)
---
4 all my famz of Smansa 234 2008, semoga kita semua menjadi anak yang berguna bagi agama, nusa dan bangsa, bahagia dunia akhirat :D
Sahabat sejati adalah mereka yang mampu membuat hal yang sederhana menjadi sesuatu yang membuatmu bahagia. –Dan aku bahagia, bersyukur bisa mengenal kalian semua-
Sampai jumpa di puncak kesuksesan hakiki dunia akhirat, yuk kita berproses bersama sekarang, kita sama-sama berjuang menata masa depan cerah.
@Ruang inspirasi, 220713, 2:34
Oleh : Marlina Ayu
----
Sore itu di bulan yang istimewa, Alloh ijinkan aku untuk kembali merajut tali persaudaraan ini dengan kembali berkumpul bersama kalian saudara-saudaraku seperguruan “Smansa 234 2008/Demarco 2008”. Spontan kaset memori otak ini berputar ke masa-masa sekitar 5 tahun silam (masa putih abu-abu) yang penuh warna, masa SMA.
Saat menulis untaian memori ini aku senyum-senyum sendiri mengingat kenangan masa SMA dulu. Masa SMA bagiku masa dimana masa akhir sebagai siswa karena setelah itu sebutanku adalah MAHAsiswa bukan siswa lagi hehehe.
Gokil gokil, masa dimana aku dipertemukan dengan anak-anak muda yang punya potensi luar biasa. Beneran luar biasa jika bisa diarahkan dengan baik aku yakin kalian teman-teman bisa jadi orang luar biasa. Karena selalu ada alasan besar ketika IA Yang Maha Kuasa menciptakan segala sesuatu, termasuk alasan kenapa kita diciptakan.
**Kelas X**
Masa dimana aku ditakdirkan berada di kelas XE. Kelas yang sampai saat ini menurutku masih solid dan kompak dengan buber/syawalan rutinnya tiap tahun. Kayaknya kelas X angkatan 08 yang masih solid ya XE, hehehe…
Masa dimana anak-anak kelas memanggilku dengan sebutan mbah uti (nenek putri), bisa-bisanya anak imut kaya gini dipanggil mbah coba? Hadeh…
Kelas X merasa saya jadi orang tua-nya XE. Punya banyak cucu. Masa kita menjalani BBT (Bhineka Bakti Training) sejenis masa orientasi siswa. Kelas X masa dimana aku mulai memutuskan untuk bisa aktif di sekolah dengan ikut banyak ekskul (Pecinta Alam, PMR, Rohis, KIR). Masa dimana ribut dengan penugasan-penugasan aneh, masa belajar pulang sore, masa dipanasin di lapangan basket buat dilatih tonti, masa dimana aku dihukum oleh kakak tingkat karena salah baris berbaris, dijahilin lah dll…Hahahaha masa itu masa dimana teman-temanku jadi ngefans dengan kakak tingkat pembimbing MOS (ampun daah).
Masa dimana arisan menggema di XE, mantab…ibu-ibu PKK banget :D
Masa itu, masa dimana aku selalu bersama kembaranku yang kini sudah menikah, mb Bird….
Kau pecah telur duluan, semoga bisa segera kuikuti jejakmu untuk menyempurnakan setengah dien ini, *eh.
Nurika, Rona, Ranika, Meme, Uli, Icha, Ujem, Ana, Agus (Gembozt), Sigit Prisantara, Sigit Verdana, Rosi, Mita, Onji, Cham, Dita, Haidar, Arian, Kikin, Puput, Evi, Lia, Emi, Suryo, Desty, Nyanya, Vier, Diah Ayu, Dian Mega, Yanuar, Novi thx a lot friend 4 the sweets memories di masa putih abu-abu kita :D
**Kelas XI**
Kelas XI aku terdampar di kelas XI IPS 1. Hmmm kelas yang lumayan trouble maker..kelas gokil, dengan penghuni manusia-manusia social yang “merasa sok-sokan” senior hahahaha. Masa dimana bisa dibilang darah muda lumayan menggema di dada kita. Kelas di lantai 2 dimana setiap nongkrong sebelum masuk kelas di pojok pagar lantai 2 sebelah utara kita bercengkrama renyah penuh tawa ringan, penuh canda yang semakin mengakrabkan kita.
Sampai pada suatu siang di jam kosong, menjadi awal tragedy penghukuman 1 kelas yang tak lepas dari pantauan Pembina kesiswaan. Masa jam kosong karena darah muda terlalu menggema di beberapa dada teman-temanku, waktu itu naluri rame di kelas membuncah. Bercanda yang bisa jadi keterlaluan menurut kacamata orang tua kita di sekolah (guru). Bercanda yang terlalu gaduh mengganggu kelas sebelah yang sedang KBM. Bercanda yang diselinggi lempar-lemparan kertas sehingga kelas jadi kotor plus jungkir balik beberapa kursi. Seingatku waktu itu yang rame beberapa, tapi yang kena hukuman satu kelas rata je..hahahha. Sampai akhirnya seorang guru masuk kelas dan meminta kita satu kelas keluar semua untuk berbaris di lapangan basket depan sekolah. Waktu itu kita sampai ditunda pulang sekolahnya karena kelas dikunci, tas di dalam kelas semua tapi kita satu kelas semua di jemur lho, hahahha…astaghfirulloh, ampun ya Alloh.
Sampai akhirnya waktu itu kita dipulangkan setelah lumayan lama kita dijemur+dicuekin Pembina kesiswaan hehehe. Dan parahnya saat beredar kertas tanda tangan aku ikut-ikut saja tanda tangan dan gak tahunya itu adalah kertas tanda tangan pelaku keonaran di kelas, ampun deh…waktu itu kan aku gak ikut-ikut rame, tapi kena efeknya dengan pemberian poin BP 20 lebih karena aku ikut menandatangani kertas pengakuan yang aku gak tahu menahu tadi, ampun ampun masa itu masa erornya diriku *tepuk jidat+istighfar. -.-“
Masa kelas XI masa aku dipertemukan dengan Simbok, Dewik, Arlin, Mega, Ezry, Yosi, Raras, Eva, Riza (inget ga kita pernah bikin pin Dementor?) hehehhe..
Simbok, Dewik, Arlin, Mega, Ezry, Yosi, Raras, Eva, Lingga, Ucil, Sigit Verdana, Kethup, Luna, Yuda, Novida, Willy, Al Farica, Fadhila, Riza thx a lot friend 4 the nano nano memories di masa putih abu-abu kita :D (baru bisa ambil hikmahnya sekarang)
**Kelas XII**
Kelas XII Alloh takdirkan aku di XII IPS 2, ini kayaknya kelas paling trouble maker deh kayaknya..
Membuat guru males masuk kelas biasa, membuat guru nangis keluar kelas pernah juga, astaghfirulloh kenakalan apa teman XII IPS 2? aku ra melu-melu lho iki (saya gak ikut-ikutan lho ini).
Kelas yang tiap harinya dihujani canda dan tawa gokil, konyol, garing tapi lucu juga sih, akhirnya aku senyum-senyum sendiri mengingatnya.
Marta, Mirza the couple yang gokil abiz, ada ada aja bahan comedian kalian tiap harinya hehehhe. Hingga hari berganti hari dan tiap hari menghitung mundur waktu UAN. Dan tiba di penghujung tahun saat kita mau mencari konsep buku tahunan, kelas kita yang paling beda konsepnya guys, kelas paling social hehehe…mengisi foto buku tahunan dengan bakti social ke daerah kaki merapi kan yan? He lupa tempat pastinya. Saat itu hanya kelas kita yang mencoba berbagi ke sesama yang kurang beruntung, meminta doa restu pada mereka agar SWOT (Social Two United) bisa lulus 100%. Dan Alloh kabulkan doa kita semua kawan, 100% SWOT lulus :D alhamdulillah.
Di kels XII IPS 2 kembali bersama Linggashut, 5 thn brother kita sekelas, menimba ilmu bersama. Inget gak pertama kali kita ketemu pas SMP kita buat yel kelas buat MOS 1B? hehehe…masih inget gak dengan:
Pring reketek gunung gamping ambrol
Dasar ati mantep kelas 1B jempol
Jempol ibu jari, kelas 1B nomer siji
Siji loro telu kelas 1B ayo maju, maju, maju, maju, maju
Kita maju bersama bergandengan tangan sambil bersenang-senang
Samping kanan samping kanan jalannya, samping kiri samping kiri perginya :D
Seorang ketua OSIS SMP Faforit guys, ya sampai sekarang saya masih bisa melihat jiwa leader di dirimu brother. Ra ketung pas SMA beda cerita hehehe..
Masa-masa puncak stress memikirkan persiapan kelulusan SMA, sehingga tiap-tiap hari ada aja adegan-adegan konyol dari kalian semua, khususnya the couple yang slalu memecahkan suasana kepenatan dengan comedi tawa spontan yang ngangenin… :D
Hmmm sudah lama aku tidak banyak tertawa konyol seperti SMA dulu… :D
Masa padet dengan jam ke nol pagi hari, latihan soal-soal UAN, bejubel rumus, teori yang di bombardir harus masuk ke otak, dan tak jarang malah otak kita luber hehehhe..ya masa-masa ngangenin, miss that moment :D
Arian, Silvia, DePe, Fuad, Fera, Ana, Fani, Meme, Wawan, Vier, Wisnu, Puput, Dyah Ayu, Bambang, mb Fina, Celesta, Lingga, Adit, Dewi, Agus, Candra, Deri, Riza, Rika, Ita, Irma, Endah, Mega, Bowo, Faris, Simbok, Phepie, Ratih, Galih, Suud, Mirza, Marta, Eni, Andrian thx a lot of all my famz. Miss u all.
---
Jika tua nanti kita tlah hidup masing-masing
Ingatlah hari ini… (Project Pop)
----
Bersenang-senanglah karna hari ini yang kan kita banggakan
Di hari nanti sebuah kisah klasik untuk masa depan…
Bersenang-senanglah karena hari ini yang kan kita banggakan
Di hari nanti…oh…
Sampai jumpa kawanku, semoga kita selalu menjadi sebuah kisah klasik untuk masa depan.. (SO7)
---
4 all my famz of Smansa 234 2008, semoga kita semua menjadi anak yang berguna bagi agama, nusa dan bangsa, bahagia dunia akhirat :D
Sahabat sejati adalah mereka yang mampu membuat hal yang sederhana menjadi sesuatu yang membuatmu bahagia. –Dan aku bahagia, bersyukur bisa mengenal kalian semua-
Sampai jumpa di puncak kesuksesan hakiki dunia akhirat, yuk kita berproses bersama sekarang, kita sama-sama berjuang menata masa depan cerah.
@Ruang inspirasi, 220713, 2:34
Oleh : Marlina Ayu
Kamis, 06 Juni 2013
Menyerah Oleh Waktu
Aku sempat bertahan ketika deras. Tetapi justru menyerah ketika landai ternyata akan datang. (Juni 2013)
Jumat, 26 April 2013
Adalah Satu: Bahasa Cinta
'Ini yang aku suka dari kamu'
'Sengeyel apapun aku, kamu akan hargai pendapat ku'
'Dan kamu bakal tetap berdiri di pendapat mu'
'Salah satu ciri orang bisa bersikap tegas.'
--
Bahkan sampai di sini pun aku kurang sependapat dengan mu :))
Ah, mungkin hanya soal bahasa aja. Karena cinta akan selalu menyatukan-nya.
April 2013
'Sengeyel apapun aku, kamu akan hargai pendapat ku'
'Dan kamu bakal tetap berdiri di pendapat mu'
'Salah satu ciri orang bisa bersikap tegas.'
--
Bahkan sampai di sini pun aku kurang sependapat dengan mu :))
Ah, mungkin hanya soal bahasa aja. Karena cinta akan selalu menyatukan-nya.
April 2013
Sayaaangg jangan tidur...
Jangan dipikirkan ini cerita non atau fiksi. Yang pasti aku hanya sekedar ingin bercerita aja.
Liga Champion memasuki babak semi final di tahun ini. Dini hari ketika Barcelona dipertemukan dengan Bayern Munich di Allianz Arena, insidental aku bareng temen-temen nonton bareng di angkringan. Hehe, keren kan ya nobar di angkringan?
Barcelona digunduli dengan skor 0-4. Sebenernya aku sendiri gak fanatik kepada klub bola manapun, cuman sering mengikuti perkembangan bola dan suka nonton pertandingan-pertandingan--'Big Match'--nya aja. Kebetulan waktu itu aku lebih dukung Bayern Munich, ya terlebih karena menurutku udah banyak yang dukung Barcelona dengan tiki taka nya, jadi aku lebih memilih untuk jadi minoritas aja. Tapi cukup sedih juga sih lihat Barca kalah telak 0-4, hehe lebay.
Singkat cerita, pertandingan tersebut baru selesai sekitar jam 03.30 dini hari. Ya karena udah selesai akhirnya aku pulang ke rumah, karena sebenernya memang udah ngantuk banget juga. Kebetulan malam sebelomnya juga baru tidur kurang lebih 3jam. Setelah sampai rumah dipikir-pikir jam udah mepet waktu subuh, ya akhirnya aku nungguin sekalian sampai adzan subuh, sekalian solat subuh daripada kesiangan. Hehe, solat adalah tiang agama saudara-saudara sekalian jamaah kuliah subuh yang dirahmati Allah.
Selesai solat, kira-kira jam setengah 5 lebih dikit. Rasa-rasa nya mata udah mau merem aja, ngantuk beraaattt broohh. Jalan sempoyongan ke kamar, meraba-raba tembok. Yang pada akhirnya berhasil mendarat dengan selamat di atas kasur, alhamdulillah. Zzzzzzzzzzzttt.......
*tidak sadarkan diri*
Sampai pada suatu ketika, ciyeeeehhh. Pokoknya sampai tiba-tiba aku kebangun, gak tau gara-gara apa. Kira-kira jam setengah 8 pagi.Spontan nyari hp, sekedar ngececk ada bbm atau gak. Daaaaann, dalam kondisi setengah sadar buka bbm, 'sayaaaaangg jangan tiduur'. Mungkin ini ngetik nya pakai toa, terlihat dari huruf vokal nya yang banyak betul. Sampai-sampai mata yang tadinya sipit jadi melotot.
--
Sadar atau tidak sadar ternyata kita sering hidup di alam mimpi, sampai mimpi tersebut membangunkan kita ke dalam mimpi itu sendiri. Ketika kita tak berhenti untuk berjalan, bertahan, meski tembok benteng terhampar berurutan, menutupi pandangan menyiutkan keberanian.
Masih akan terus bermimpi, terlebih untuk sebuah mimpi. Karena di dalam mimpi masih ada mimpi. Meraih mimpi yang satu, untuk mimpi yang lain. :)
'Jika seseorang ingin impiannya menjadi kenyataan, dia harus bangun.'
April 2013
Rabu, 17 April 2013
Jumat, 29 Maret 2013
Senin, 25 Maret 2013
Give Me One Reason
rasa adalah kode-kode bisu yang bersuara lantang
kita adalah pendengar yang tuli, yang meraba-raba dalam cahaya
mati adalah ketika menyusun teka-teki hati mu
menerka-nerka dan gede rasa, kemudian seperti diterkam serigala
dicabik-cabik tanda tanya
di dalam kepala ku ada pertempuran yang gempar, menggempur logika
petir menyambar-nyambar, sajak-sajak menggelepar
sudah lama aku melepas topeng-topeng ku yang bopeng
hijrah dari dunia yang berpura-pura, menggali makna cinta
tanpa kode-kodean, bahkan blak-blakan aku sering mengutarakan kerinduan
kepadamu rindu seakan menemukan tujuan
hanya saja, memang aku masih berurusan dengan tanda tanya
terburu-buru, membaca hatimu yang seakan memang masih abu-abu
yang, kalau kamu cinta aku
katakan tanpa ragu, campakkan logika untuk sementara waktu
aku cinta kamu, hingga terjebak dalam ketidak warasan
kalau kamu gak cinta aku, cukup lah berikan satu alasan
bukan masalah takut ditertawakan, kebeningan yang berusaha aku temukan
simpel kan?
25 Maret 2013
kita adalah pendengar yang tuli, yang meraba-raba dalam cahaya
mati adalah ketika menyusun teka-teki hati mu
menerka-nerka dan gede rasa, kemudian seperti diterkam serigala
dicabik-cabik tanda tanya
di dalam kepala ku ada pertempuran yang gempar, menggempur logika
petir menyambar-nyambar, sajak-sajak menggelepar
sudah lama aku melepas topeng-topeng ku yang bopeng
hijrah dari dunia yang berpura-pura, menggali makna cinta
tanpa kode-kodean, bahkan blak-blakan aku sering mengutarakan kerinduan
kepadamu rindu seakan menemukan tujuan
hanya saja, memang aku masih berurusan dengan tanda tanya
terburu-buru, membaca hatimu yang seakan memang masih abu-abu
yang, kalau kamu cinta aku
katakan tanpa ragu, campakkan logika untuk sementara waktu
aku cinta kamu, hingga terjebak dalam ketidak warasan
kalau kamu gak cinta aku, cukup lah berikan satu alasan
bukan masalah takut ditertawakan, kebeningan yang berusaha aku temukan
simpel kan?
25 Maret 2013
Minggu, 24 Maret 2013
Selasa, 19 Maret 2013
Suatu Malam
ketika suara jangkrik merintih pedih,
beradu kepada malam yang setia mendekap rindu
malam terhenyak dari lamun pelukan bintang,
kepada waktu dan jarak rinduku menantang
sayang, kita sedang merayakan rindu.
aku merayakan dengan merasakan, kamu merayakan dengan kepergian
sayang, malam diam-diam membuka kenangan yang kelam.
bintang dan bulan seketika menyaksikan ganasnya kenangan
sayang, ketika kamu berkata bahwa kamu mencintai senja,
dimana salahku saat aku menafsirkan aku lah satu-satu nya yang kamu cinta?
sayang, lebih baik aku tidur.
tidak ada tempat lain bagi tandus rinduku, hanya di dalam sejuk rajut mimpi.
rinduku tumbuh, sirna hingga subuh
selamat malam, sayang
12 Maret 2013
beradu kepada malam yang setia mendekap rindu
malam terhenyak dari lamun pelukan bintang,
kepada waktu dan jarak rinduku menantang
sayang, kita sedang merayakan rindu.
aku merayakan dengan merasakan, kamu merayakan dengan kepergian
sayang, malam diam-diam membuka kenangan yang kelam.
bintang dan bulan seketika menyaksikan ganasnya kenangan
sayang, ketika kamu berkata bahwa kamu mencintai senja,
dimana salahku saat aku menafsirkan aku lah satu-satu nya yang kamu cinta?
sayang, lebih baik aku tidur.
tidak ada tempat lain bagi tandus rinduku, hanya di dalam sejuk rajut mimpi.
rinduku tumbuh, sirna hingga subuh
selamat malam, sayang
12 Maret 2013
Minggu, 10 Maret 2013
Gunung Bromo
Ada banyak hal yang cukup berpengaruh terjadi di awal-awal tahun
ini. Aku belajar lagi banyak hal baru, dalam perjalanan dan hidup ini. Mengenai
mimpi, alam, petualangan, materi, cinta kasih dan permainan.
Mengakhiri dan mengawali tahun di Bromo.
Faiz, beberapa minggu sebelom 'H' kita berencana bersama untuk
sebuah trip. Perjalanan besar untuknya, petualangan untuk ku. Sebenarnya ada
unsur pemanfaatan di sini, karena 'MISI BESAR' ada di benak faiz. Beberapa kali
pertemuan, akhirnya ditentukan hari Jumat kita berangkat, tanggal 30 Desember
2011. Dengan mobil 'pribadi', tapi nyewa. Patungan kesepakatan pada saat itu.
Tujuan, waktu, transportasi, dan anggaran semua sudah fix.
Antusias ku membara, meski hanya dengan motiv 'petualangan', karena memang semua
perencanaannya terkesan asal-asalan. Sampai beberapa hari mendekati hari 'H'
belum terpikir olehku siapa yang akan aku ajak, karena notabene Faiz akan
bersama dengan pacarnya, Mina. Belum terpikir, santai dan gak ingin ajak
siapa-siapa. 'Merdeka' pikirku waktu itu, 'bersetubuh dengan alam'. Pun faiz
sudah ajak Mina dan Anu. Perlu ditegaskan, aku 'single menahun'.
Oke, hari rabu (kalau gak salah, dua hari sebelom 'H') aku pun
memutuskan ingin mengajak seseorang, entah siapa. Terlintas pendek saat itu
untuk mengajak 'mawar' (nama disamarkan, hehe). Pernah deket, kenapa gak?
Dengan motiv biar nge-ramai-in aja, aku kontek aja mawar. Ketik sms, kirim
tanpa pikir panjang, tanpa basa-basi. Tanggapanya positif, positif banget,
entah karena pernah deket atau apa. Yang sebelumnya jarang ketemu, hampir gak
pernah ketemu (kurun waktu 3tahun), bahkan waktu itu dia berencana mampir
'warung' untuk ngobrol lebih jauh tentang rencana ini. Kebetulan waktu itu aku
mempunyai sebuah usaha, dan biasa aku meyebut tempat usaha ku tersebut sebagai
‘warung’.
Malam hari, kira-kira setelah maghrib benar dia datang ke warung.
Waktu itu dia pulang kerja, mampir sekalian katanya. Memang rumah nya dengan
warung hanya berjarak beberapa kilometer, dekat. Agak kumel sih, wajar karena
pulang kerja, seharian di lapangan. Sapa sipu diantara kami, sebuah hal wajar
karena memang sudah lama sekali tidak bertemu.
Basa basi sebentar, kemudian langsung aku tembak, 'Gimana bisa
gak? Kapan lagi nih?!'. Lama, dia berpikir-pikir. Obrolan yang saat itu memang
'mbulet'. Memang sih, sedikit rayu-rayuan terlontar, tapi itu semua meluncur
dengan sendirinya. Secara aku (udah) gak jago ngrayu. Panjang lebar, sampai
akhirnya dia memutuskan akan memberikan kabar sampai nanti tengah malam,
sebelom jam 24.00 (pada hari itu). Yap, gak ada paksaan tapi memang aku
berharap ada temen untuk trip kali ini, akhirnya aku tunggu sampai nanti
(tengah) malam.
Sampai di tengah malam, jam hampir menunjukkan pukul 24.00 belom
ada sms atau telepon masuk, tepatnya belom ada kabar dari dia. Memang aku
sengaja tidak menghubungi dia terlebih dahulu, karena dia sendiri sudah
berjanji untuk memberikan kabar. Keputusan terakhir memang masih 80:20 untuk
ikut trip. Santai pikirku, let it flow (bukan prinsip). Setelah lebih dari
tengah malam, akhirnya aku geregeten juga. Aku hubungin dia dulu, sms, 'Gimana,
jadi ikut kan?'. Hhmm, ternyata dia masih ragu.
Sampai keesokan harinya belom ada kepastian dari dia. Pengen ikut
katanya, tapi ada beberapa hal yang memberatkannya. Beberapa saran solusi aku
berikan untuknya, sampai akhirnya dia datang lagi ke warung. Singkatnya,
akhirnya dia memutuskan untuk ikut berangkat dalam rencana itu. YES, dapet
temen..gak diceng2in sama Faiz dan Mina. Hahahahahaa, minimal dapet temen
foto-foto. Toh pada akhirnya Anu juga gak jadi ikut karena alasan yang aku
sendiri gak tau.
Jumat, 30 Desember 2011
Semua persiapan udah beres, walaupun memang terkesan agak sedikit
asal-asalan. Rencananya kita akan bertolak dari jogja sore hari sekitar pukul
15.00, tapi karena berbagai hal kita baru berkumpul di rumahku dan
terkondisikan sekitar pukul 20.00. Sebenernya karena nungguin aku mandi yang
agak lama juga sih, karena memang seharian itu aku jaga di warung. Kebetulan
waktu itu rumah juga dalam keadaan kosong karena keluarga; bapak, ibuk, mbak
dan adik-adikku ada rencana juga ke bandung, entah dalam rangka jalan-jalan
tahun baru juga atau apa.
Setelah semua benar-benar terkondisikan, akhirnya kita berangkat
dari sleman kurang lebih jam delapan malam. Sekedar info aja, perjalanan ini
adalah rencana besar bagi Faiz, dan sampai kita berangkat waktu itu Mina belom
tau tujuan kita mau kemana. Sebelum berangkat pun Faiz udah kasi kode ke aku,
untuk mampir ke kota baru, tentunya toko bunga. Oke, singkatnya kita sampai di
kota baru dan membeli beberapa tangkai bunga, tentunya tanpa sepengetahuan
Mina. Entah bener-bener gak tau atau gimana, hehe.
Cukup larut malam saat aku kembali memacu mobil menuju Malang.
Sekali lagi, karena persiapan yang terkesan asal-asalan dan diantara kita
memang belom pernah ada yang ke bromo, otomatis kita gak ada yang tau jalan
menuju ke sana. Kota yang kita tuju pun adalah Malang, yang ternyata cukup jauh
dari Bromo.
Sabtu, 31 Desember 2011
Semalam suntuk aku memacu mobil. Tepat setelah matahari terbit,
kurang lebih jam enam kita sampai di Malang. Sesampainya di Malang kita pun
bingung harus menuju kemana, dengan tanpa memaksimalkan google dan map-nya.
Karena aku udah capek dan ngantuk banget, akhirnya aku dan faiz tukeran untuk
bawa mobil, sambil tanya-tanya.
Oke, rencana Faiz waktu itu kita akan menuju Bromo via Tumpang. Dari
malang kita mencari jalan ke Tumpang. Sampai tengah hari kita belom juga sampai
Tumpang. Sampai akhirnya memutuskan untuk sekali lagi tanya ke orang, dan
ternyata jalan ke Tumpang terlalu ekstrim untuk mobil yang kita bawa. Bapak
tersebut menyarankan kita jangan lewat Tumpang, padahal Tumpang udah gak begitu
jauh dari tempat tersebut. Kita disarankan lewat Sukapura. Akhirnya Faiz
kembali memacu mobil lagi, ngubek-ngubek Kota Malang. Karena waktu itu aku
sempat ketiduran, sampai-sampai gak kerasa kalau waktu ternyata udah cukup sore
dan ternyata kita masih ngubek-ngubek Malang. Dengan kata lain, hampir satu
hari penuh kita masih ada di Malang, jalan ngalor ngidul ngetan ngulon gak
nemu-nemu jalan.
Singkatnya, akirnya kita menemukan jalan yang benar menuju
Sukapura kemudian Bromo. Karena gak tega, setelah Sukapura aku gantiin Faiz
lagi buat bawa mobil, walaupun perjalanan udah gak begitu jauh. Sekedar info
aja, kebetulan waktu itu Faiz juga belom begitu mahir bawa mobil, masih sering
ngepot kanan ngepot kiri.
Sudah sangat sore ketika kita memasuki kawasan BTS (Bromo Tengger
Semeru). Tanpa pikir panjang dan terlalu banyak istirahat, kita parkir mobil di
kawasan Cemoro Lawang. Di sana udah banyak orang nawarin jasa ojek dan jeep.
Tawar menawar, akhirnya kita pakai jasa ojek. Dua motor sekaligus kita pinjam,
tanpa sopir karena kita bawa sendiri. Untuk tarifnya aku agak sedikit lupa,
kalau gak salah kurang lebih 150ribu untuk dua motor, GL Pro.
Dengan motor tersebut kita turun ke kawasan Bromo, ke lautan
pasir. Mina dibonceng Faiz, aku boncengin Mawar. Karena waktu memang udah
sangat sore dan kabut yang cukup pekat ditambah dengan hujan gerimis romantis,
waktu itu kita hanya ke Gunung bromo dan ke puncaknya. Foto-foto sebentar
kemudian turun lagi. Karena dekat dan satu arah balik ke Cemoro Lawang, kita
mampir di Pura yang dibangun di dekat Gunung Bromo dan Batok, di tengah-tengah
lautan pasir, sekedar foto-foto. Sempat juga kita foto-foto di lautan pasir
sebelum naik ke Cemoro Lawang.
| Puncak Bromo |
| Gunung Batok |
Setelah cukup menggigil dengan jaket dan baju yang hampir basah,
kita memutuskan untuk segera naik ke Cemoro Lawang. Waktu itu kita juga masih
bingung mau tidur dimana, boro-boro, mau ganti baju dimana aja masih bingung.
Yaa, sekali lagi karena memang dengan rencana yang terkesan asal-asalan,
‘pancal-pancalan’.
Sambil bayar ongkos ojek motor, kita loby bapak-bapak yang punya
motor untuk sekedar ngrepotin buat bersih-bersih dan ganti baju. Sedikit loby
loby akhirnya bapak tersebut malah nawarin buat nyariin penginapan di
rumah-rumah penduduk. Info aja lagi nih, tahun baru begitu hampir penginapan di
Bromo penuh udah dibooking jauh-jauh hari, bahkan rumah penduduk pun hampir
semuanya penuh terisi oleh wisatawan. Gak lama kemudian, bapak itu udah
nyamperin kita lagi dan bilang kalau semua penginapan dan rumah penduduk udah
benar-benar penuh. Akhirnya beliau nawarin lagi, buat ke rumahnya. Beliau
bilang, ‘ya sekedarnya aja, yang penting bisa mandi dan bersih-bersih ya?’.
Kami pun gak berpikir panjang untuk meng-iya-kan tawaran beliau. Syukur-syukur
kita diijinin buat tinggal satu malam di rumah beliau, meskipun beralasakan
tikar di ruang tamu, pikir kami waktu itu.
Mungkin inilah yang sering dibicarakan orang soal keramahan
masyarakat Tengger. Setelah kami selesai mandi dan bersih-bersih, di rumah
bapak yang belakangan kami ketahui namanya adalah Pak Suwarto, beliau
benar-benar menawarkan untuk tinggal di rumah beliau. Ternyata kami udah
disiapkan dua kamar dengan dua ranjang di salah satu kamarnya. Tidak hanya
welcome dengan kedatangan kami yang notabene adalah ‘ngrepotin’, kami pun
merasakan hangat dan ramahnya keluarga beliau, termasuk Bu Suwarto dan anak
perempuannya yang masih kecil seumuran 9tahun, kalau tidak salah namanya Eva.
Beruntungnya kita, yang tidak harus tidur di mobil dalam dingin
kabut dan hujan. Sangat beruntung, merasakan hangatnya masyarakat Tengger -khususnya
keluarga Pak Suwarto- dan hangatnya perapian bara api dari arang yang pun udah
disiapkan Bu Suwarto untuk kita. Dengan obrolan-obrolan yang tidak kalah
hangat, menepiskan dinginnya udara Bromo malam itu. Tidak lama saat kita sudah
cukup larut dalam hangatnya obrolan, ternyata Bu Suwarto udah menyiapkan makan
malam untuk kita, yang menu nya menurutku melebihi menu di warung atau rumah
makan sekalipun. Entah kata seperti apalagi untuk menggambarkan perasaan kita
waktu itu dan hangatnya keluarga Pak Suwarto.
Dengan perasaan seneng dan bercampur gak enak, karena memang
sepertinya kita udah terlalu ngrepotin, akhirnya kita sikat juga makan malam
tersebut. Karena memang kita belom makan dari siang itu. Hampir semua sayur
lauk pauk dan nasi habis, tanpa ampun. Setelah makan, kita sambung dengan
rokok-an dan ngopi sambil melanjutkan obrolan yang tadi. Gak lama setelah itu
baru kita pamit untuk istirahat, karena udah sangat capek sekali waktu itu. Gak
lupa kita ngucapin terimakasih sama Pak Suwarto dan Ibu, sebelom kita berangkat
tidur.
Memang malam itu adalah malam pergantian tahun baru, dan kami
punya rencana untuk tidur hanya sebentar kemudian bangun untuk melewatkan pergantian
tahun dengan kembang api dan segala macemnya di Bromo. Namun ternyata kondisi
berkata lain, hehe.
Minggu, 1 Januari 2012
Hehe, kayaknya tidur baru satu jam, begitu aku buka mata ternyata
malah udah keduluan sama matahari. Udah pagi coiiii, mana kembang apinya? Mana
terompetnya?? Aaaaaaaaakkkkkkk!!!!! Haha, ternyata kita semua kompakan, gak ada
yang bangun di pergantian tahun. Sampai bangun-bangun ternyata udah pagi. Ya
maklum, setelah menempuh perjalanan satu hari satu malam dan dengan persiapan
yang minim, apalagi untuk kondisi badan. Mana dinginnya parah, lebih parah
daripada hari sebelumnya waktu kita hujan-hujan. Mau bangun aja masih malas,
yaahh udah jelas-jelas kesiangan juga.
Oke, setelah kita mengumpulkan nyawa dan semangat masing-masing
akhirnya kita beranjak dari tempat tidur untuk mandi dan lain-lainnya. Jeng
jeng, ada surprise lagi pagi itu, ternyata setelah kita selesai mandi dan
beres-beres untuk melanjutkan hari dengan perjalanan ke Jogja, Bu Suwarto udah
menyiapkan sarapan untuk kita. Dengan menu yang tak kalah ‘amazing’, benar-benar
istimewa. Sangat sangat beruntung. Yes, aku speechless. Info, rumah Pak Suwarto
ini aslinya bukan penginapan, dan dia belom ada keinginan untuk menjadikannya
penginapan.
Setelah semua terkondisikan, termasuk perut hehe, kita pamit
dengan Bu Suwarto untuk naik lagi ke Cemoro Lawang, dan pengen turun ke kawasan
Bromo lagi. Kemudian melanjutkan perjalanan pulang ke Jogja. Pagi menjelang
siang itu Pak Suwarto gak di rumah, katanya ngojek lagi di atas, karena memang
kondisi tahun baru kawasan Bromo sangat ramai. Menjadi ladang rejeki bagi
masyarakat sekitar. Saat pamit dengan Ibu, kita hanya bisa memberikan uang
sekedarnya semoga bisa menggantikan apa yang udah kami repotin. Tapi tentunya
itu gak bisa menggantikan semua, karena kami benar-benar merasa ngrepotin. Biar
lah Tuhan yang membalas kebaikan keluarga Bapak dan Ibu ini, aamiin.
Akhirnya kita menuju ke Cemoro Lawang lagi. Karena jalan menuju
Cemoro Lawang macet parah dan kondisi jalan yang menanjak, kampas kopling mobil
sempat terbakar, yang membuat kita berhenti untuk sebentar. Seharusnya juga
rencana kita hari itu kita mau langsung pulang, karena mengejar waktu, Mina
yang udah pesan tiket pulang ke Jakarta di hari berikutnya. Katanya ada ujian,
di jenjang pendidikan S2 nya di UI. Padahal sebenernya aku juga pengen sekalian
ke Pulau Sempu, aji mumpung aja udah nyampai Bromo, yang itung-itungannya dekat
dengan Pulau Sempu.
![]() |
| Menuju Cemoro Lawang |
| Macetnya Cemoro Lawang (Mina dan faiz) |
Oke, singkatnya siang itu kita ke Padang Savana atau sering
disebut sebagai Bukit Teletubbies dan ke Pasir Berbisik. Dari Cemoro Lawang kita
jalan kaki sampai di lautan pasir, setelah di bawah kita baru tawar menawar
dengan Bapak Ojek. Ya karena kita berusaha menghubungi Pak Suwarto gak bisa,
mungkin karena terlalu sibuk ngurusin ramainya wisatawan. Deal harga, kita
pakai dua ojek motor, satu motor dipakai bertiga. Memang agak ekstrim, terlebih
melihat medan yang seperti itu.
Jadi kenapa di awal tadi aku sebut sebagai perjalanan besar buat
faiz? Ceritanya di sini, saat kita di bukit teletubbies. Apakah? Ternyata Faiz
pengen nembak Mina di sini, yang dari dulu katanya Mina pengen di tembak di
Bromo atau di suatu tempat dimana aku lupa. Ya, ceritanya sebelom ini Faiz dan
Mina belom jadian, tapi udah pacaran hehe. Yaa, begitulah, intinya kan aku
cuman sebagai pemulus rencana Faiz tersebut. Ya tak apalah, semoga mereka masih
ingat dan suatu saat nanti aku membutuhkan mereka, mereka siap. Hehehehe,
gantian donk. Rrrrrr....
![]() |
| Padang Savana (Bukit Teletubbies) |
![]() |
| Padang Savana (bukit Teletubbies) |
Cerita tentang Faiz dan Mina cukup seperti itu aja deh ya? Ya
gimana donk, aaaaa ya sudah lah....
Intinya, setelah dari bukit teletubbies kita ke pasir berbisik, ya
karena searah perjalanan menuju parkiran di Cemoro Lawang. Agak sedikit
terburu-buru tapi masih ingin menikmati suasana yang mungkin setiap orang
idam-idamkan. Pemandangan alam pegunungan dan sejuk udaranya ditambah dengan
hangatnya masyarakat -tengger- sekitar. Info lagi, di kawasan Bromo Tengger
Semeru sebenernya banyak sekali spot yang bisa dinikmati, misal Penanjakan 1
dan 2, Ranu Pane, Ranu Kumbolo, Air Terjun Madakaripura dan lain-lain, masih
banyak lagi.
![]() |
| Pasir Berbisik |
Waktu udah cukup siang, kurang lebih waktu itu jam satu kita
memutuskan untuk pulang ke Jogja. Belum sempat kami pamit sama Pak Suwarto,
lewat telepon pun belom, hanya sekedar bertitip salam melalui Bu Suwarto. Namun
dalam perjalan pulang, belom jauh dari Cemoro Lawang kami berpapasan dengan
beliau. Akhirnya kami diijinkan untuk berpamitan dan beterimakasih yang
setulus-tulusnya kepada beliau. Semoga dijadikanlah kami sebagai saudara, itu
mungkin harapanku saat itu, hingga kini. Untung tidak ada air mata di saat itu,
hehe. Semoga silaturahim tetap terjaga hingga kelak, diberikanlah kesehatan dan
rejeki yang melimpah kepada beliau dan keluarga.
Dengan hati tenang, aku memacu mobil menuju Jogja. Tapi sempat
terhambat sampai sebelom kami tiba di sukapura. Jalan dari Bromo sampai ke
Sukapura macet parah, bahkan macet total. Sampai-sampai kita harus berhenti
tanpa bergerak hingga kurang lebih 2-3 jam. Dalam keadaan perut lapar kitapun
bisa sambil pesan bakso, yang kita titip beli sama anak masyarakat setempat
yang kebetulan nawarin jamur, tentunya kita beri imbalan sepantasnya hehe.
Setelah macet sedikit demi sedikit terurai, kami melanjutkan perjalanan kembali.
Oiya, kita sempat mampir di Malang di tempat saudaranya Faiz dan
sedikit wisata kuliner di Malang. Sekitar jam sepuluh malam baru kita
melanjutkan perjalanan dari Malang ke Jogja.
Senin, 2 Januari 2012
Sunrise yang indah di Cemoro Sewu, Magetan (Gunung Lawu). Kurang
lebih jam enam pagi kita sampai di Cemoro Sewu, karena aku udah ngrasa ngantuk
banget setelah semaleman bawa mobil akhirnya Faiz gantiin aku. Faiz yang memacu
mobil sampai di Jogja, kurang lebih jam sembilan. Dan beruntung Mina belom ketinggalan
kereta.
Kurang lebih seperti itulah aku bisa menuliskan tentang perjalanan
ku pada tahun baru 2012 di Bromo. Penuh dengan improvisasi. Bagi Faiz, penuh
dengan pemanfaatan hehe.
Lalu dibagian mana yang dimaksud mengenai mimpi, alam,
petualangan, materi, cinta kasih dan permainan? Mungkin tidak semuanya
terjabarkan dalam tulisan ini. Selebihnya cukuplah aku yang merasakan, dan hanya
bisa menuliskan demikian. Silahkan ditafsirkan masing-masing, dan ambillah
sekiranya yang bisa diambil. Mungkin lain waktu dengan feeling yang berbeda
akan ada sedikit revisi, hehe.
Semoga masih akan ada lagi perjalanan-perjalanan selanjutnya.
Menghabiskan dan mensyukuri Indonesia. Mendapatkan saudara-saudara baru, dengan
sahabat-sahabat sejati. Semoga setiap perjalanan akan menjadikan dewasa kepada
setiap langkah menuju perjalanan-perjalanan yang kemudian. Selamat untuk Faiz
dan Mina, semoga senantiasa bisa saling mengerti dan memahami, juga saling
memberi. Segera menuju palaminan, agar gak sia-sia segala ‘pengorbananku’ hehe.
Semesta Keren! Salam Rimba! Salam Lestari!
Rute yang kami lewati,
Jogja - Bromo : Jogja – Klaten – Solo – Karanganyar – Magetan – Madiun
– Nganjuk – Jombang – Mojokerto – Gempol – Purwodadi – Malang – Tumpang –
Lumbang 1 – Sukapura – Bromo
Sebenernya bisa ditempuh lebih
dekat dan lebih enak melalui rute,
Jogja - Bromo: Jogja – Klaten –
Solo – Karanganyar – Magetan – Madiun – Gemarang – Jombang – Pasuruan –
Sukapura – Bromo
Bisa ditempuh dengan waktu 10-12jam.
Bisa ditempuh dengan waktu 10-12jam.
Sleman, dimulai 29 Maret 2012 – selesai 10 Maret 2013
Sabtu, 16 Februari 2013
Cerita Tentang Gunung Dan Laut
Aku pernah berjalan di sebuah bukit
Tak ada air
Tak ada rumput
Tanah terlalu kering untuk ditapaki
Panas selalu menghantam kaki dan kepalaku
Aku pernah berjalan diatas laut
Tak ada tanah
Tak ada batu
Air selalu merayu
Menggodaku masuk ke dalam pelukannya
Tak perlu tertawa atau menangis
Pada gunung dan laut
Karena gunung dan laut
Tak punya rasa
Aku tak pernah melihat gunung menangis
Biarpun matahari membakar tubuhnya
Aku tak pernah melihat laut tertawa
Biarpun kesejukkan bersama tariannya
Lirik Lagu: Payung Teduh - Cerita Tentang Gunung Dan Laut
Kamis, 14 Februari 2013
Untuk Aku Di Angka 23
Pernahkah di dalam hidupmu kamu habiskan untuk menghitung detik-detik waktu, yang ternyata memang tidak ada artinya. Bukan hidupnya, namun aktifitasnya yang ternyata hanya akan membuatmu menjadi nampak bodoh dan benar-benar akan menjadi tiada arti.
Pernahkah sebaliknya kamu menikmati setiap detik yang waktu berikan untuk mu. Untuk merasakan setiap tekanan-tekanan kehidupan yang akhirnya nanti akan menjadi kenangan. Tentunya indah atau tidaknya mutlak berada di tangan mu.
Pernahkah hari-hari dalam hidup mu kamu habiskan untuk mengkwatirkan masa depan? Yang semestinya terjadi pada yang akan datang, hingga menjadikan hati tak karuan. Kemudian kamu memutuskan untuk memulai sebuah perjuangan. Ataukah hanya akan kamu pikirkan untuk kemudian?
Pernahkah hari-harimu yang selama ini kamu lewati dengan bahagia yang ternyata perlahan tercabik-cabik oleh masa lalu yang seharusnya menjadi cerita yang sekedarnya? Atau mungkin kamu pernah berharap kepada kehadiran seseorang yang akan membawa cerita masa depan dan menghapus kenangan yang memang seharusnya 'terlupakan'. Atau semestinya kamu harus tersenyum menatap langit yang entah kemudian membawa mendung, yang kamu tahu dia akan membawa serta hujan yang menyejukkan. Memulai perjuangan, tanpa kekwatiran.
Bertahan untuk bertahun-tahun tidak membuatmu menjadi Tuhan. Kamu mungkin telah melewatkan tahun-tahun yang porak poranda, seperti kata WS Rendra. Namun bukan hanya kamu yang hidup di dalam masa dan kemudian merasa yang sama. Karena memang hidup bukan untuk mengeluh dan mengaduh. Bukan juga untuk merasa paling kuat, dan gagah.
Ini adalah hari dimana monolog akan klimaks, menjadi maksimal mencapai puncaknya di dalam setiap tahunnya. Terkecuali saja untuk kondisi-kondisi tertentu. Mungkin hanya akan menjadi refleksi diri-yang tak berarti-tanpa aksi.
Ini adalah hari sebuah angka menjadi 23. Angka yang-seharusnya-sudah cukup jauh dari angka 'Nol'.
Tentunya rasa syukur tidak henti-hentinya terucap oleh mulut atau entah batin mu. Untuk apa? Untuk tahun-tahun yang porak poranda? Ya, namun terlebih untuk kesempatan yang berulang kali diberikan. Tidakkah kamu berpikir, inilah kesempatan dan peluang mu? Untuk kembali memegang dunia dan menggapai akhirat. Bukankah kamu sudah semakin tangguh? Hanya kemudian tinggal beraksi dan semakin tangguh.
Yang aku tahu, kamu pasti tidak ingin melewatkan malam ini hanya dengan tertidur seperti biasa, seperti biasanya kebanyakan orang. Aku pun tahu, kamu bukan ingin untuk berlebihan. Ataukah ada yang kamu tunggu, selain karena memang malam ini menjadi malam refleksi mu? Benar saja kamu tidak tahu, apalagi aku. Namun memang sangat nampak seperti itu, ada yang kamu tunggu. Nampak seperti sebuah harapan. :)
Lalu, bukankah memang ini malam dimana titik tolak mu untuk semua harapan? Dimana semua harapan akan tercurahkan, tentu saja melalui sebuah intropeksi diri yang membuatmu gelagepan. Adakah harapan khusus untuk malam ini? Untuk mengawali semua harapan-harapan tersebut. Sepertinya tebakanku memang benar.
Seseorang yang kamu harapkan-di malam ini-entah untuk apa. Hingga ternyata aku pun mengetahui ternyata semua harapan mu tadi tidak lain adalah berkaitan dengannya. Semoga analisaku tidak salah. Karena memang aura wajah mu memancarkan sebuah rindu yang kuat terhadap seseorang, harapan dan masa depan, yang gemilang.
Selamat ulang tahun, selamat menjadi angka 23. Selamat 'memporak porandakan' masa depan. Dengan segala harapan, yang akan menjadi kekuatan. Sikat saja masa depan. Selamat menjadi lebih baik, selamat memantaskan diri untuk seseorang yang pantas. Ku kira adalah yang malam ini kamu nantikan.
Tentunya kamu sudah lebih memahami tentang refleksi diri dan berdamai dengan diri sendiri. Semoga kado-surat-ku ini berarti bagimu. Jangan buang-buang waktu lagi. Selamat untuk angka 23.
Sleman, 13 Februari 2013
Ttd, Aku
Rabu, 13 Februari 2013
Dulu Mereka Bilang Kita Saudara
Untuk sahabat-sahabat ku tercinta
Darah kita pernah jatuh di lumpur yang sama.
Halo, saudara ku semua.
Teman-teman ku yang aku cintai dan kasihi. Beberapa tahun pernah kita lewati bersama. Pernah berada dalam bangku sekolah yang sama. Saat-saat kita merasa benar-benar muda, merasa paling gagah dan paling ganteng. Arogan! Oh, apa itu cuman aku dan perasaan ku aja? Hehe, yang pasti kita pernah merasakan masa-masa yang jarang bahkan gak bisa dilupakan, bersama-sama.
Hai Arep! Halo Wawog! Woii Yosua! Apa saja yang kalian ingat tentang masa-masa itu? Walaupun kita pernah berbeda dalam masa-masa tersebut, entah kenapa aku merasa dekat dengan kalian. Aku masih ingat, ketika dulu Arep di SMP masih cupu. Masih kecil belom setinggi sekarang, masih gak tau apa-apa dan bloon parah. Kita emang gak begitu deket sih waktu SMP. Tapi, kamu masih inget gak ketika kelas 1 SMA, kita bareng temen-temen ada acara tahun baruan. Iya, cuman ke alun-alun kota jogja sih. Jaman-jaman kita kan emang masih seneng dateng ke konser-konser begituan. Nah, begimane ceritanye di situ kamu bisa ilang? Padahal iya kita bareng-bareng rame-rame. Betul sekali, saat itu Arep ilang ketika perjalanan kita mau pulang, mana gak bawa hape. Ilang dalam gerombolan besar pawai motor, iya! Ya benar saja, waktu itu kamu masih bloon juga, cupu nya gak ketulungan. Sampai-sampai aku harus balik lagi, buat nyariin kamu, yang ternyata udah sampai rumah. Untung-untung masih ada inisiatif buat ngasih kabar via hape ibuknya, agak pinter kali ini. Namun sejak saat itu kamu tahu, betapa deketnya kita. Bak sepasang kekasih yang tak bisa dipisahkan. Namun tenang aja, aku masih berpegang teguh dengan orientasiku yang lurus, bahkan dengan type perempuan ku.
Ini cuman salah satu dan mungkin awal mula kisah dan kenangan kita, Rep. Masih banyak kenangan-kenangan yang bahkan sampai sekarang masih bikin ngakak gak ketulungan, ada juga yang bikin naik darah tapi jatohnya tetep aja kalau keinget bikin ketawa, kenangan-kenangan yang kadang bikin kangen. Tragedi Gunungan Tlepong? Tragedi Toilet SMA? Banyaaaaakk, aaaaaaakkkk....
Dan perlu diinget aja nih temen-temen, kemesraan dari kata-kata ku di sini sekali lagi bukan karena pembelokkan orientasi, tapi terlebih karena aku menganggap kalian memang sebagai saudara ku, keluarga ku sendiri. Sahabat-sahabat ku..
Wog, iseh urep wog? Hehe, pie Wog, apa kabar? Masih sama, bisa tidur dimana aja? sama aja sih ya sebenernya sama Arep. Wog, kamu ini pernah mau menghancurkan Motor 'Tiger' Ganteng ku. Jadi ceritanya, waktu itu kalau gak salah kelas 2 SMA, bareng temen-temen juga kita ada jalan-jalan ke Keteb dan Kopeng, pawai motor coii, darah muda yang memang masih sangat arogan, melebihi aparat. Di perjalanan pulang kamu kan yang bawa motor ku? Aku bonceng kamu. Bener, waktu itu kondisi hujan, dan kita sok2an blusukan cari jalan pintas. Yang ternyata kondisi jalannya parah, banyak lubang dan polisi tidur. Kondisi motor ku saat itu, ceper mencium bumi dengan shock depan mati yang belakang pun hampir mati, yang artinya berarti shock nya gak berfungsi. Roda depan dengan ring 17 ban ukuran 200, miris kalau keinget. Waktu kita lewat jalan-yang katanya pintas- itu, saking gemes nya karena harus nglewatin banyak polisi tidur, akhirnya aku bilang ke kamu, ' Wog jumping-ke wog! Jumping-ke wae rapopo.' Akhirnya kamu beneran angkatin tuh roda depan motor, bener sih roda depan ke angkat, tapi kenapa motor tetap di tempat????? Yang akhirnya blog mesin motor ku menghajar polisi tidur. Astagaa, kalau keinget bikin gregeten aja. Mana aku sayang banget sama tuh motor. Masih inget wog?
Untuk Yosua, kita deket nya emang malah-sejak-waktu di SMP, kan? Yos, dulu liat kamu pertama kali waktu pertama masuk sekolah di SMP jujur sebenernya aku agak takut. Gimana gak, secara tampang mu waktu itu mirip-mirip tentara-tentara jepang dalam film-film horor. Dengan mata sipit khas orang jepang dan alis tebal cenderung nyambung. Apalagi ditambah topi osis mu waktu itu ada kainnya di belakang, aku menyebut nya klebet. Mirip banget dengan topi tentara jepang yang dulu menjajah Indonesia. Sekelas 3tahun kita Yos, walaupun emang kurang seimbang, karena aku yang sering nyontek kamu. Tapi gak papa kan? Hehehe.
Sampai-sampai pernah ketika ulangan Matematika kelas 3 aku kena pukul penggaris kayu tepat di pipi gara-gara-dikira-nyontek kamu, yang duduk di bangku belakang bangku yang aku tempati, padahal biasanya juga kita sebangku. Padahal juga nih waktu itu sebenernya aku juga cuman bercanda aja nengok-nengok, buat godain Bu Gurunya aja (namanya siapa aku lupa). Sambil ngliatin pekerjaanmu sih, tapi sebenernya cenderung buat ngejekin kamu aja kalau gak bisa ngerjain. Hehe, ini serius, bukan ngeles. Karena seharusnya aku jadi panutan, secara waktu itu aku Ketua Osis sekaligus Ketua Kelas tiga tahun berturut-turut kalau gak salah, akhirnya PLAAAAAAAAAAAAAKKK!!! merah di pipi. Sambil sombong aja nih, Ketua Osis merangkap Ketua Tonti dan Ketua Kelas, masih ingat betapa gantengnya aku waktu itu Yos? Haha.
Terus, ingat gak ketika lulusan SMP? Apa yang terjadi dengan kamu dan aku yang notabene adalah Ketua Osis yang seharusnya menjadikan citra sekolah menjadi baik, karena memang sekolah kita adalah sekolah favorit. Setelah nilai Ujian Nasional keluar dan kita tahu kalau kita lulus, bak anak SMA kita corat coret baju pakai spidol dan pilox, dan di depan sekolah. Mana ada anak SMP waktu itu dan di tempat itu senekat kita. Ditambah dengan motor ku yang diganti knalpotnya jadi knalpot racing, blombongan. Masih ingat juga waktu mbleyer-mbleyer di depan sekolah? Kita menganggap sekolah kita waktu itu adalah sampah dengan segala peraturan ke-penjara-an yang ada, padahal di mata orang waktu itu kita lah yang sampah. Aku pun sebenernya miris Yos, haha. Terus lagi, waktu kita pawai kelulusan boncengan dengan motor bersuara nyaring dengan arogannya aja kita sikat kanan sikat kiri, ngepot kanan ngepot kiri. Sampai akhirnya ada salah satu pengendara mobil yang gak terima, yang sampai sekarang identitasnya masih belom diketahui, memepet motor kita sambil menodongkan pistol. Spontan, kamu njawil-njawil punggung ku, karena waktu itu aku gak sadar kalau ditodong pistol. Eh, begitu aku sadar, si penodong pistol malah aku tantangin. Yaa, karena memang waktu itu benar-benar darah muda yang arogan dan selalu merasa gagah masih mengalir di dalam nadi. Ini lah sebenernya cerita intinya. Kalau sekarang harus ditodong pistol mending aku nunduk aja kok, ampun ampun. Inget gak Yos?
Dan temen-temen, ketika bertahun-tahun akhirnya kita bersama-sama dalam satu atap dan satu nama jalan. Kita bilang hari-hari itu adalah hari penebusan impian kita. Setiap hari tidak kurang mungkin 12jam, dalam setiap bulan dan tahunnya kita lewati bersama. Canda, tawa, amarah, sedih dan sendu dan sebagainya sempat kita lewati di setiap hari nya. Bahkan kita pernah menjadi motivasi untuk masing-masing kita. Iya, sampai sekarang pun kalian masih tetap menjadi motivasi ku. Hingga akhirnya setelah sekian tahun, kita menemukan dan memilih jalan kita masing-masing. Setelah banyak pengorbanan dan perjuangan kita lalui bersama. Satu keyakinanku, tahun-tahun itu tak akan menjadi sia-sia.
Begitulah satu dua kenangan-kenangan kita yang sampai sekarang gak bisa dilupakan, bahkan sampai nanti. Aku harap seperti itu. Gak bakal nyukup bro, berkarakter-karakter, berparagrap-paragrap, berlembar-lembar untuk nulisin semua tentang kita. Gak bakal cukup berhari-hari. Lain waktu saat ada kesempatan akan ku tulis lagi surat untuk kalian. Semoga selalu menjadi proses pendewasaan untuk kita.
Aku sadar tidak sedikit salah yang sengaja maupun gak sengaja aku buat kepada kalian. Maaf ku selalu untuk sikap-sikap ku tersebut, meski sering tak terucap. Aku harap kebahagiaan selalu bersama kalian. Aku merindukan kalian. Saat-saat yang selalu kita habis kan bersama, bercanda, berbincang hangat, membicarakan impian dan masa depan, curhat soal cinta dan keluarga dsb nya. Aku kangen kalian ketika jalan bersama, piknik dan trip-trip bersama. Semua tentang kalian, aku kangen. Kalian akan selalu menjadi sahabat-sahabatku, dengan kurang dan lebihnya. Semoga kita bisa membuktikan kepada semua orang bahwa kita adalah sahabat, selamanya. Kita adalah saudara. Semoga kita bisa berkumpul bersama lagi, dalam satu kesempatan yang indah.
Salam Kangen dan Cinta ku untuk kalian; Arif, Wawan dan Yosua.
![]() |
| Wawan, Aku, Arif, Yosua (2008) |
Sleman, 12 Februari 2013
Langganan:
Komentar (Atom)




