bukan
karena tidak ada konsistensi,
dari
ucapan dan perasaan2 ku
aku
merasa (sangat) baik
saat
bersama mu.
merasa
semuanya tercapai dalam satu waktu
namun,
sepertinya
kamu (tetap) lebih baik tanpa aku
aku
lebih menyukai kesendirian
lalu,
aku merasakan baik nya bersama mu
aku
menyerahkan seluruh bahagia ku untuk mu
kemudian,
adalah aku mencari bahagia ku sendiri
abadilah
hujan,
seperti
pertemuan yang mengobati kerinduan
kalah
kan dulu yang ada di kepala mu
kemudian,
kalahkan dunia
yaa,
kita!
benar,
pasangan
yang gagal membangun komunikasi
tidak
akan membangun apapun di kemudian hari
kehilangan
kamu,
saat
bersatu saja tidak
sedikit
terlambat;
hanya
terima saja konsekuensinya
dan kita
bersatu
sebut
saja dinamika hati
sempat
aku menangis karena tertawa
mutlak,
aku mencintaimu
ternyata,
suara pun bisa membunuh
aku siap
untuk hari pembunuhan itu,
ketika
kamu membisikkan, dg lirih 'aku cinta kamu'
aku
ingin kau di sini
menyapa
sepi, membakar pagi,
dan
mewarnai Jingga
kemudian
bangkit
membangun
kertas-kertas lusuh yang lalu
yang
meng-abu
kita
adalah masa depan
melihat
kertas-kertas penuh warna,
Jingga
akan
tiba saatnya
saat aku
dan kamu menyandang tugas
memainkan
krayon2 kehidupan,
saling
mewarnai setiap putih-nya
kamu
tidak lah sendiri
sudut
hati,
tergolek
impian
dari dan
tertuju hanya teruntuk mu
tercinta..
<monumental 20.12.2012>
mantab
BalasHapus