Dari setiap rinai yang turun, semakin menguasaiku untuk
memikirkan kamu. Memikirkan apakah kamu juga memikirkan aku
Bercampur bingung, apakah hujan atau kamu yang menguasaiku
Hingga aku tak kuasa untuk menguasaiku diri ku sendiri. Terbawa alunan melodi
rinai romantis, atau mungkin memang sendu
Ketahui saja, nama mu masih (akan) selalu mengiringi nama kedua orang tua ku dalam setiap doa-doa ku. Terlebih ketika hujan
Aku mencintaimu, utuh..
Perlu kamu tanya kenapa?
Sekali waktu berjalan lah ke Gunung, ketika hujan. Jika beruntung Jingga akan
menemui mu, pada pagi atau senja
Itulah kenapa aku mencintaimu, dan kamu. Dan kamu..
Tidak ada komentar:
Posting Komentar