Karena malam bukan hanya milik daun-daun yang setia menunggu sejuk embun,
namun juga milik rindu yang beruntun.
Aku sedang menjalin kerjasama, dengan kunang-kunang. Untuk membawa rindu kepada yang tercinta, tentang rasa
yang selalu ku kenang.
Kepada malam panjang, remang-remang,
kunang-kunang kelap-kelip jangan kau ikat kencang.
Beradu dengar pijar lampu kota,
perlahan menemukan tujuan dengan tenang. Rindu di dalam kata, dipeluk
kantuk kunang-kunang.
Ini sering terjadi, antara aku dan
sepi..
Aku sedang tidak senang dan
terburu-buru, apalagi yang kurang ketika aku berkata aku rindu?
Bukan lagi sebuah kemungkinan, rindu
adalah kepastian.
Bukan, rindu adalah ketetapan untuk
sebuah kepastian.
Ah aku hanyalah seorang plin plan.
Apakah kepada kenangan atau masa depan.
Salah, bukan mantan. Ya, masa kita dulu dan kini
yang rentan
Wanita cantik di tengah pertarungan.
Menghapus kenangan (tentang mantan), indah seperti hujan
Seketika menjadi dominan, angkat dagu
menatap masa depan
Sekian..
Sudut
sepi, 16 Januari 2013
Tidak ada komentar:
Posting Komentar