Minggu, 20 Januari 2013

Sepi, Malam Panjang dan Remang-Remang beserta Kunang-Kunang



Karena malam bukan hanya milik daun-daun yang setia menunggu sejuk embun, namun juga milik rindu yang beruntun.
Aku sedang menjalin kerjasama, dengan kunang-kunang. Untuk membawa rindu kepada yang tercinta, tentang rasa yang selalu ku kenang.
Kepada malam panjang, remang-remang, kunang-kunang kelap-kelip jangan kau ikat kencang.
Beradu dengar pijar lampu kota, perlahan menemukan tujuan dengan tenang. Rindu di dalam kata, dipeluk kantuk kunang-kunang.

Ini sering terjadi, antara aku dan sepi..

Aku sedang tidak senang dan terburu-buru, apalagi yang kurang ketika aku berkata aku rindu?
Bukan lagi sebuah kemungkinan, rindu adalah kepastian.
Bukan, rindu adalah ketetapan untuk sebuah kepastian.
Ah aku hanyalah seorang plin plan. Apakah kepada kenangan atau masa depan.

Salah, bukan mantan. Ya, masa kita dulu dan kini yang rentan

Wanita cantik di tengah pertarungan. Menghapus kenangan (tentang mantan), indah seperti hujan
Seketika menjadi dominan, angkat dagu menatap masa depan

Aku meracau, mendekati edan. 
Sekian..


Sudut sepi, 16 Januari 2013

Tidak ada komentar:

Posting Komentar