Kamu
membenarkan, bahwa ‘cinta’ adalah jawaban yang lebih dari cukup
Pembenaran
yang memang seharusnya. Tanpa kenapa dan atau tapi
‘Karena
cinta gak perlu dimengerti, cukup dirasain aja’, katamu
Dirasakan
dan dirayakan. Biarkan menjadi hingar bingar
Ketika itu
kemudian kamu menyeduh kopi, di dapur. Biarkan seteguk aku meminum kopimu.
Mencicipi hatimu yang masih tertinggal di cangkir kopimu yg masih hangat
Biarkan
cinta tetap apa adanya, utuh beserta kamu
Kemudian
kamu memberikan salam, mengulurkan tangan – seperti menodongkan nama. Hati ku
ketar ketir
Monolog,
06 Januari 2013
Tidak ada komentar:
Posting Komentar