Senin, 07 Januari 2013

Aku dan Entah



Kamu membenarkan, bahwa ‘cinta’ adalah jawaban yang lebih dari cukup

Pembenaran yang memang seharusnya. Tanpa kenapa dan atau tapi

‘Karena cinta gak perlu dimengerti, cukup dirasain aja’, katamu

Dirasakan dan dirayakan. Biarkan menjadi hingar bingar

Ketika itu kemudian kamu menyeduh kopi, di dapur. Biarkan seteguk aku meminum kopimu. Mencicipi hatimu yang masih tertinggal di cangkir kopimu yg masih hangat

Biarkan cinta tetap apa adanya, utuh beserta kamu

Kemudian kamu memberikan salam, mengulurkan tangan – seperti menodongkan nama. Hati ku ketar ketir


Monolog, 06 Januari 2013

Tidak ada komentar:

Posting Komentar